oleh

“Teknologi Tak Bisa Gantikan Guru Hebat”

-Pendidikan-165 views
  • Minta Wacana PJJ Permanen Tinjau Ulang

PRABUMULIH – Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan diterapkan secara permanen belakangan semakin menguat. Wacana ini sendiri disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, B.A, M.B.A beberapa waktu lalu.

Meski baru wacana, namun beragam tanggapan pun terus bermunculan. Dimana, konsep awal PJJ ini sendiri menyiasati sistem pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Sementara hingga kini virus berbahaya ini masih ada di tengah masyarakat Indonesia. Meskipun sebagian daerah berstatus zona hijau.

Satu sisi, banyak wali murid merasa kesulitan untuk menjadi guru saat pelaksanaan pembelajaran dari jarak jauh. Sementara di lain pihak pemerintah akan menjadi PJJ permanen. Dengan begitu, selamanya akan melaksanakan proses pembelajaran dari jarak jauh. Inilah yang menimbulkan pro kontra di kalangan wali murid.

Pengamat Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) DR. Afriantoni, M.Pd mengungkapkan, wacana itu wajar saja berkembang, mengingat demografi bangsa Indonesia yang berbasis kepulauan memungkinan hal tersebut.  “Tapi pastinya harus mellaui kajian mendalam,” ujar dosen tetap FITK UIN Raden Fatah Palembang Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) ini.

Pria yang juga sebagai Ketua IKA S3 Manajemen Pendidikan Wilayah Sumsel ini mengatakan, harus diperhatikan juga bahwa, jenjang pendidikan di tanah air ini berangkat dari level pendidikan usia dini, dasar dan menengah. Artinya, sangat butuh perhatian secara kontak antara pendidik dan  peserta didik.

“Karena pendidikan jarak jauh masih terdapat banyak kelemahan. Sedikitnya tatap muka antara pendidik dan peserta didik, tentu berdampak perkembangan secara personal dan sosial. Dari aspek psikologi tentu akan terjadi kepribadian sulit diprediksi atau kesulitan dalam membangun nilai-nilai kedirian setiap anak sebagai peserta didik,” katanya.

Kelemahan lain, proses pembelajaran tidak dapat dikontrol secara maksimal, sehingga pengetahuan pendidik terhadap proses pembelajaran jadi terbatas. Ketiga, belum meratanya kemampuan teknologi setiap individu apalagi berbasis aplikasi dan digital sehingga dapat menggangu proses pembelajaran.

Hingga besarnya biaya yang tidak kasat mata akan dibebankan oleh masyarakat, sehingga beban masyarakat untuk memenuhi pendidik berbasis teknologi lebih tinggi dari kebutuhan pokok. “Dan yang ke lima, teknologi tidak akan dapat mengantikan guru yang hebat, tetapi guru yang hebat jika menggunakan teknologi akan menghasilkan tranformasi yang luar biasa,” tandasnya.

Sementara Prof Zulkifli Dahlan mengatakan hal sebaliknya, menurut Guru Besar Unsri ini, sebetulnya PJJ itu bagus. Asal tidak ada masalah bagi mahasiswa, terutama masalah internet. Dosen harus siap dengan pembelajaran e-learning, malah Perguruan Tinggi harus memberikan pelatihan kepada seluruh dosen.

“Sebaiknya untuk sementara ini tidak full semester, dilaksanakan secara bertahap misal jarak jauh 50% sisanya tatap muka. Bisa juga diterapkan dijenjang SMA. Nah kalau jenjang SD dan SMP, mungkin banyak masalah rerutama teknologinya apakah guru dan siswanya siap. Perlu pendataan dulu penguasaan guru mengenai teknologinya,” tambahnya.

Sementara salah seorang wali siswa, Titi Marlinda SE MSi mengatakan bahwa, tujuan anak disekolahkan secara formal, bukan hanya sekedar bisa berhitung dan membaca saja.  Tetapi lebih pada sosialisasi dan beradaptasi dengan banyak orang, serta mempertahankan diri.

Jika memang harus PJJ secara permanen, maka lebih baik anak berhenti sekolah dan ikut homeschooling saja itu lebih pasti. “Jika memang sekolah formal harus belajar dari jarak jauh. Kemungkinan besar masyarakat lebih memilih sekolah dengan tidak melalui sekolah formal melainkan mengikuti paket kesetaraan,” katanya.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa dari pencapaian PJJ akan lebih fokus pada tiga hal yaitu literasi, numerik dan pendidikan karakter. Bahkan dirinya mengatakan, kementrian mulai menyusun modul sebagai panduan untuk pelaksanaan PJJ permanen, namun hal ini banyak mendapatkan tantangan dari berbagai pihak. Sehingga wacana tersebut belum bisa dipastikan. (05)

Komentar

News Feed