oleh

Tegakkan Perda, Beri Efek Jera

PRABUMULIH – Kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Terbukti, disejumlah titik dijadikan sebagai TPS liar. Seperti halnya yang terjadi di jembatan Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur.

Nah, masih banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan dinilai karena tak maksimalnya penegakan Perda nomor 5 tahun 2011 tentang sampah liar. “Padahalkan di beberapo titik, sudah dipasang spanduk ado perda kalau buang dendo dan dipenjara. Tapi masih bae. Ini masih olehnyo belum ado yang ditangkap,” kata Ahmadi salah satu warga yang prihatin dengan banyaknya sampah liar.

Menurutnya, harus ada efek jera sehingga upaya untuk menekan sampah di Prabumulih khususnya sampah liar bisa diatasi. “Cubo sesekali ditangkap nian, diterapkan Perda itu. Mungkin warga berfikir jugo nak buang sembarangan,” ungkapnya.

Masih banyaknya TPS liar, dan ulah warga yang membuang sampah sembarangan juga mendapat perhatian dari aktivis sekaligus pemerhati lingkungan Siti Zuleha. Menurut ibu satu anak ini, kebiasaan memang sulit untuk dirubah. Begitu pula kebiasaan dalam membuang sampah sembarangan. “Terkadang dikasih papan peringatan saja masih dilanggar, dan tidak berpengaruh. Toh masih ada saja sampah menumpuk, “ ungkapnya.

Karena itu memang menurutnya, perlu adanya tindakan tegas bagi pelaku pembuang sampah sembarangan. Sebab, terkadang meski disediakan TPS tetap saja, justru menambah tumpukan sampah yang tak dibuang di TPS. “Mungkin Perdanya memang belum ditakuti. Karena penegaknya tidak ada ditempat saat pelanggaran. Atau kalau saja ada dan viral di media sosial bisa berpengaruh,” imbuhnya.

Selaku aktivis dan pemerhati lingkungan, ia dan BSP terus berupaya membantu pemerintah untuk mengubah dan menyadarkan masyarakat untuk perduli terhadap lingkungan. “Inilah kenapa kami di BSP membuat gerakan berkawan dengan sampah. Yang sekarang Alhamdulillah sudah banyak kader lingkungan, unit sampah di RT RW Kelurahan Desa,” tukasnya.(08)

Komentar

News Feed