oleh

Tega, Kakak Ipar Gagahi Adik Ipar Tiga Kali

-Ringkus-142 views

PRABUMULIH – Gara-gara ulahnya, mengagahi adik iparnya berinisial NAS. Iip Mulyono (29), warga Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan terpaksa berurusan dengan petugas, setelah kejadian tersebut dilaporkan ayah mertuanya ARF (40).

Suep, sapaan akrab Iip Mulyono diamankan petugas pada Jumat (19/9), sekitar pukul 01.00 WIB di kediamannya ketika tengah tidur.
Dihadapan petugas, Suep mengaku telah tiga kali mengarap adik iparnya. Ia menerangkan, pertama kali mengarap NAS pada Juni lalu.

“Pas kejadian pertamo, aku lagi nonton. Adek ipar aku keluar kamar. Aku ngomong, ngapo belum tedok lah malem. Abis itu, kuomongke tedok lah kareno lah malem dan dio langsung masuk kamar,” terangnya kepada awak media, Senin (30/9).

Sekitar sejam, kemudian ia pun menyusul ke dalam kamar adik iparnya kebetulan tengah main ke rumahnya. Dengan dalih mengecek, akhirnya ia tergiur kemolekan tubuh adik iparnya tersebut yang tengah main HP di dalam kamar tidurnya dan belum tidur.

“Pas itulah kuajak maen, awalnyo dio nolak. Kujanjike duit Rp 500 ribu, baru dio galak. Abis maen, dio nageh mano duitnyo. Akhirnya, terjadi lah hubungan terlarang itu. Pas aku ngaweke adek ipar, bini aku ado lagi tedok di kamar,” aku ayah dua anak ini.

Setidaknya, kata dia, selama satu bulan itu. Sudah tiga kali mengarap adik istrinya tersebut. “Pas maen keduo, kuenjok duit Rp 400 ribu. Maen ketigo Rp 300 ribu, memang dia abis itu galak minta duit dengan aku. Terakhir, dio minta duit untuk menari HP-nya rusak,” jelasnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH didampingi Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman SH membenarkan, telah menangkap terduga pelaku persetubuhan anak dibawah umur.

“Kejadian ini, diketahui istri korban. Langsung melaporkan ke mertuanya, dan akhir melaporkan peristiwa ke Unit PPA Polres Prabumulih. Setelah, korban diinterogasi. Memang ada ancaman kekerasan dan terjadi persetubuhan, sebanyak tiga kali antara pelaku dan korban,” tukasnya.

Akibat ulahnya, kata dia, pelaku dijerat Pasal 81 UU 35/2014 tentang perubahan UU RI No 23/2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Tersangka dan sejumlah barang bukti telah diamankan, cukup menjeratnya dengan kasus persetubuhan anak dibawah umur,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed