oleh

Tatap Muka, Satu Kelas Hanya 20 Siswa

-Pendidikan-24 views

//Pastikan Kesiapan Protokol Kesehatan

PRABUMULIH – Rencana penerapan pembelajaran tatap muka bagi jenjang pendidikan SMP dan SMA di Kota Prabumulih pada pekan depan, langsung mendapat tanggapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Dikbud Sumsel meminta pemerintah setempat memastikan kesiapan sekolah dalam mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “OLeh karena itu dibutuhkan kerja sama semua unsur agar mendukung kesiapan dalam memenuhi protokol kesehatan,” ungkap Kadikbud Sumsel H Riza Pahlevi Selasa (25/8/2020).

Selain itu menurutnya sangat penting untuk menekankan tingkat kedisiplinan di luar sekolah. Karena dirinya meyakini jika dalam lingkungan sekolah, sudah tentu tingkat kedisiplinan terjaga ketat.

“Yang kita khawatirkan setelah siswa keluar dari lingkungan sekolah, untuk itu perlu adanya kersama sama dengan orang tua, unsur Pol-PP, dan unsur lainnya,” jelasnya.

Saat pandemi ini yang menentukan layak atau tidaknya sekolah melaksanakan proses pembelajaran tatap muka tersebut, bukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melainkan Gugus Tugas Covid-19 dalam hal ini Menteri Kesehatan yang disetujui oleh kepala daerah.

”Jika memang daerah Sumatera Selatan,  khususnya Kota Prabumulih yang masuk dalam kabupaten/kota yang siapnya normal, sudah dikategorikan layak untuk melakukan pertemuan tetap muka, mengapa tidak?. Karena saat ini status zona itu bisa berubah-ubah. Hari ini merah bisa jadi besok jadi kuning lalu biru, begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

Karena itu jika memang sudah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, pihaknya menyatakan siap. Karena saat ini sudah disosialisasikan kepada seluruh sekolah khusus SMA dan SMK se Sumatera Selatan untuk mempersiapkan sarana pendukung penerapan New Normal.

Point pentingnya persiapan sekolah diantaranya wastafel di beberapa titik, handsanitizer, dalam satu kelas tidak lebih dari 20 orang, persiapan masker untuk siswa yang tidak membawa masker.

“Serta izin dari orang tua siswa, dan hasil verifikasi dari dan rekomendasi dari tim gugus tugas.   Kepala daerah juga tentunya tidak akan menyalahi aturan yang ada,” tandasnya. (05)

 

 

 

Komentar

News Feed