oleh

Tata Pasar Pagi, Imbau Agen Tetap di Terminal

-Metropolis-24 views

PRABUMULIH – Sempat tertata di masa PSBB, masalah Pasar Pagi kembali timbul dan menjadi penyebab kesemrawutan dan kemacetan di Jalan Sudirman Pasar Inpres Kota Nanas ini.

UPTD Pasar Inpres berkoordinasi dengan Pemerintah kota (Pemkot) dan Perkumpulan Pedagang Kota Prabumulih (PPKP) dan pihak terkait untuk kembali melakukan penataan Pasar Pagi tersebut di tengah pandemi Covid-19 ini.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dibincangi usai rapat menuturkan, berharap agar para agen tetap berada di Terminal Jalan Lingkar. “Palembang saja bisa kok, agen di Jakabaring. Dan pedagang di pasar. Harapan kita, hanya pedagang saja di PTM II mengelar lapak di pasar pagi,” jelasnya kepada awak media, Rabu (2/9/2020).

Harapnya, itu benar-benar menjadi perhatian serius bagi agen dan pedagang demi kebaikan bersama. “Apalagi, sekarang ini ditengah pandemi Covid-19. Jangan sampai, Pasar Pagi jadi cluster baru. Kita mendukung sekali penataan, bakal dilakukan UPTD Pasar Inpres melibatkan sejumlah pihak,” tukasnya.

Seluruh pedagang, akunya, dikumpulkan di PTM tetapi dengan mengedepankan protokol kesehatan. “Dalam rangka memutus mata rantai Covid-19, wajib pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari keramaian, dan lainnya,” bebernya.

Demikian juga diungkapkan Sekda, Elman ST MM, penataan Pasar Pagi di PTM untuk kebaikan semuanya, bukan hanya pedagang dan agen saja. Tetapi, masyarakat lainnya.

“Sesuai arahan Pak Wako, agen tetap di Terminal. Tempat sudah ada, sudah disediakan. Lalu, pedagang tetap di PTM,” kata Elman.

Akunya, penerapan protokol kesehatan harus menjadi perhatian serius pedagang dan agen, jangan ada terpapar lagi. “Patuhi protokol kesehatan, demi kebaikan semua,” pesannya.

Ketua Perkumpulan Pedagang Kota Prabumulih (PPKP), H Sahil mendukung rencana pendataan Pasar Pagi asalkan tidak merugikan pedagang. “Jelas kita mendukung, jika untuk kebaikan bersama. Apalagi, disituasi serba sulit seperti sekarang ini,” ucapnya.

Apalagi, akunya penataan ini untuk kebaikan semua. Sehingga, Pasar Pagi tidak menimbulkan kesemrawutan dan kemacetan di Jalan Sudirman. “Selain itu, jangan sampai akibat penataan pedagang mengalami penurunan omset. Sebaiknya, hal itu tidak terjadi,” harapnya. (03)

 

Komentar

News Feed