oleh

Target 20 Akseptor Setiap Puskesmas

-Metropolis-67 views

PRABUMULIH – Momentum peringatan Hari Kontrasepsi sedunia, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) melalui Bidang KB melakukan pelayanan KB di Puskesmas Prabumulih Barat, Senin (19/8).

Plt Kepala DPPKBP2PA, Eti Agustina SKM MKes melalui Kabid KB, Hj Reni Indahyani SKM didamping Kasi Jaminan Pelayanan, Desi Apriani SKM MSi menerangkan, kalau Puskesmas Prabumulih Barat hanya satu dari 5 puskesmas menjadi target pelayanan KB tersebut.

“Sebenarnya, ada 5 target puskesmas kita kelilingi untuk memberikan pelayanan KB secara gratis kepada masyarakat. Yaitu; IUD dan Implan,” jelasnya kepada awak media, Senin (19/8).

Disebutnya, lainnya seperti Puskesmas Cambai, Puskesmas Prabumulih Timur, Puskesmas Prabumulih Selatan, Puskesmas Prabumulih Utara atau Puskesmas RKT. “Jumlah puskesmas bisa bertambah bergantung kesediaan puskesmas. Tetapi, jelas target kita setiap puskesmas akseptornya 20 orang. Baik itu, IUD ataupun Implan,” ucapnya.

Sambungnya, untuk target keseluruhan lima puskesmas tersebut. Setidaknya, 50-60 akseptor. Baik, IUD dan Implan. “Tujuan pelayanan KB gratis ini, selain dalam rangka hari kontrasepsi sedunia. Juga, memberi jarak kelahiran, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, disituasi ekonami sulit ini. Selayaknya, kelahiran anak diberikan jarak,” tukasnya.

Sementara itu, bebernya, untuk target setahun Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), berjumlah 350 akseptor. “IUD dan Implan, akhir tahun wajib dicapai 350 akseptor,” pungkasnya.

Ayu, salah satu pengguna MKJP menerangkan, memang rutin menggunakannya untuk membatasi jarak anak. “Kalau tidak dibatasi, jarak kelahiran dekat-dekat. Selain itu, anak kita sudah 5 dan bisa bertambah lagi. Kalau pakai KB kan, bisa dijauhkan jaraknya,” tukasnya. (03)

Komentar

News Feed