oleh

Tampil Komplit, Rara Bisa Jadi Kuda Hitam

-Metropolis-508 views

KONSER Grup 4 Final Top 20 Liga Dangdut Indonesia (LIDA) yang berlangsung tadi malam, benar-benar menjadi pusat perhatian. Sengitnya persaingan diantara peserta terlihat jelas.
Sebutan grup neraka dalam grup ini ada benarnya. Sebab empat juara provinsi, yakni Arif (Sumatera Barat), Hariyanti (Sulawesi Tengah), Rara (Sumatera Selatan), dan Yuni (Jawa Timur) harus tampil terbaik untuk merebut tiket ke babak berikutnya.
Hasilperolehan poling LIDA Konser Final Top 20 Result pada pukul 01.03 WIB menempatkan, Arif di posisi puncak yakni 34,32 persen, disusul Rara 28,93 persen, Hariyanti 22,38 persen dan Yuni hingga SMS ditutup mendapat 14,37 persen. Dari hasil poling SMS tersebut secara otomatis Rara melaju ke babak final berikutnya.
Bagaimana dengan Rara, asal kota Prabumulih Sumsel? Ya, dua malam berturut-turut Rara tampil luar biasa. Memukau. Pada malam kedua Rara membawakan lagu Seujung Kuku. Dukungan para pendukung pun terdengar bersahutan.
Tak hanya itu, tadi malam Rara berhasil membuat standing ovation dari para juri Soimah, Iyet Bustomi, Nassar, dan Zaskia Gotik semua berdiri. Bahkan Rara diprediksi bakal menjadi kuda hitam dalam ajang tersebut.
Menurut Soimah, penampilan Rara selama ajang LIDA baru dua penampilan terakhir ini yang sangat berkesan bagi dirinya. Ia juga menuturkan, Rara merupakan penyanyi yang serba bisa. “Ini anak (Rara,red) diam-diam bisa jadi kuda hitam di LIDA. Asalkan konsisten menampilkan yang terbaik,” tegasnya.
Senada disampaikan Zaskia Gotik yang menuturkan jika penampilan Rara kali ini sangat memukau, meski kondisi penampilan Rara mengalami sedikit kurang fit.
“Suara Rara membuat saya salut, meski suaranya sedikit serak namun penampilannya tetap oke. Apalagi dengan mengikuti kompetisi sekarang ini Rara harus bisa tampil maksimal,” imbuhnya.
Demikian pula, Dewi Persik pada malam sebelumnya tidak berdiri dan memberikan kritik positif, karena dinilai lagu ngerock yang dibawakan penjiwaannya belum maksimal. Tetapi, malam kemarin ia standing applause penampilan Rara. “Kali ini, penampilan Rara sangat memukau. Lagu yang dibawakannya pas dan tepat,” terangnya.
Lanjutnya, Depe begitu sapaan akrabnya menerangkan, Rara ini sudah punya modal sebagai penyanyi tampilan bintang. Suaranya bagus, masih muda.
“Penampilan di lagu ini, penjiwaannya pas sekali. Di lagi ini semuanya mulus dan rapi, dan ada koreksi sedikit diawal. Tepatnya, di ral awal selebihnya semuanya mulus. Rara kurang yakin, tetapi all semuanya bagus,” terangnya.
Usai mendengarkan komentar dewan dangdut, Rara nyanyi bareng dengan Lesti membawakan lagu Egois. Tak pelak, penonton pun terpukau melihat kasi keduanya. Setelah penampilan Rara, hasilperolehan poling LIDA sementara Konser Final Top 20 Result pada pukul 23.41 WIB menunjukan Arif menduduki posisi teratas yakni 35,06 persen, Rara 28,54 persen, Hariyanti 21,61 persen dan Yuni mendapat 14,79 persen. Hasil poling masih terus berubah hingga batas waktu ditutup.
Disdikbud Kerahkan Dukungan Kasek Se-Sumsel
Sementara itu, lolos dari 20 besar, Rara melaju atau masuk babak final berikutnya. Dan lolosnya Rara ke babak selanjutnya jelas memuluskan jalan atau langkahnya untuk terus eksis dalam ajang LIDA.
Terus eksisnya Rara diajang LIDA tersebut, secara otomatis menjadikan kebanggaan bagi warga Kota Nanas dan juga provinsi dikenal sebagai Lumbung Energi.
Agar Rara terus mendapatkan persentase Short Mesenger Service (SMS) tertinggi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbu), HM Rasyid SAg MM mengatakan, akan terus menggalang dukungan dari berbagai pihak.
Termasuk menggalang dukungan dari Kepala Sekolah (Kasek) se-Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Kadisdik dan Ketua PGRI provinsi Sumsel.
“Masuknya kebabak final berikutnya, jelas menjadi kebanggaan kita warga Prabumulih dan begitupun warga Sumsel. Karenanya, kita minta seluruh masyarakat di Sumsel untuk tidak lupa memberikan dukungannya lewat SMS kepada Rara. Supaya, persentase SMS-nya selalu tinggi,” terang Rasyid.
Sambungnya, semoga saja upayanya tersebut membuahkan hasil. Sehingga, pelajar SMAN 1 atau SMANSA tersebut bisa terus bertahan hingga masuk 10 besar, 5 besar, 3 besar, dan akhirnya menjadi pemenang.
“Sekarang ini, dukungan SMS dari warga Sumsel. Sangat penting bagi Rara, untuk terus eksis dan bertahan di ajang LIDA. Apalagi tiap-tiap babak besar persaingannya makin ketat. Persentase SMS tinggi, sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, spanduk-spanduk yang telah dibuat dan dikibarkan bukan atas nama Prabumulih. Melainkan, spanduk bertulisan Sumsel.
“Untuk di Prabumulih sendiri, seluruh Kepsek sudah kita kerahkan untuk mendukung Rara lewat SMS. Bukan hanya guru, begitupun siswanya telah diimbau juga untuk memberikan dukungan kepada Rara. Supaya, persentase SMS Rara selalu tinggi,” tandasnya. (03/07/asa)

News Feed