oleh

Tambahan Petugas Haji Tak Terealisasi, Pemerintah Utamakan Fast Track untuk Seluruh Embarkasi

-Sumsel-78 views

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menunggu hingga ada persetujuan alokasi anggaran untuk menambah jumlah petugas haji yang akan melayani jamaah calon haji Indonesia di Arab Saudi yang tahun ini kuotanya ditambah 10.000 kursi. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama RI Nizar Ali mengatakan jumlah tambahan petugas sebanyak 100 orang pada dasarnya telah disetujui. “Sudah disetujui jumlah tambahan petugas tapi kita terkendala pada aspek anggaran karena ini kan mendadak sekali baru diterima sudah proses pengajuan anggaran sudah selesai, pagu definitifnya sudah clear sehingga kita ini butuh minta tambahan kepada Kemenkeu untuk memback up petugas tambahan yang jumlahnya 100,” terangnya, Selasa (9/7).

Ia menambahkan, jika persetujuan itu segera didapat maka penambahan bisa segera dilakukan dalam waktu dekat. Minimal kondisi ini, mengurangi beban ekstra petugas yang saat ini sudah ada. Minimal lebih memberikan pelayanan yang lebih memuaskan bagi para jamaah. “Kalau tidak ya sebenarnya sudah cukup dalam konteks ini cuma agak begitu ya. Dari sisi beban kerjanya agak banyak tapi ini yang ideal kalau ada tambahan 100,” paparnya di sela Pelepasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440 H/2019 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Nah, komponen anggaran untuk petugas haji terbagi dalam pos uang harian sebesar Rp950.000 perhari, tiket, akomodasi, konsumsi, dan transportasi atau biaya operasional selama lama tinggal di daerah kerjanya di Arab Saudi. Sementara mereka ditempatkan pada tiga daerah kerja yakni Mekkah, Madinah, dan Bandara. Pihaknya, kemarin (9/7) memberangkatkan sekitar 370 petugas haji Daker Mekkah pada tahap awal untuk kemudian pada hari selanjutnya yakni 10-11 Juli 2019 kembali memberangkatkan petugas sehingga totalnya mencapai lebih dari 600 PPIH untuk Daker Mekkah. “Untuk PPIH Arab Saudi yang bertugas di Daker Bandara dan Madinah sudah seluruhnya diberangkatkan, untuk Bandara 156 orang, Madinah sekitar 300 orang. Sementara Mekkah sebanyak 600 orang,” jelasnya.

Terpisah Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin lebih menyoroti pada sisi pelayanan fasilitas fast track atau jalur cepat yang disediakan pemerintah Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta. Ia berharap, tahun depan pelayanan ini meluas. Artinya setiap embarkasi mendapatkan pelayanan serupa. Sebab, dengan layanan ini sangat memperpendek waktu proses keberangkatan dan pengurusan administrasi. “Jika biasanya, satu kloter memerlukan waktu 4-5 jam untuk menyelesaikan proses imigrasi di Saudi. Kini lebih cepat,” terangnya. Prosedur normal yang dijalani setiap jamaah, yakni perekaman retina mata secara biometrik. Kemudian proses paspor, dicek dan sebagainya. Hanya saja, permintaan ini tergantung dari sikap pemerintah Saudi. Sebab, prinsipnya, urusan imigrasi menjadi domain negara yang dituju. “Karena petugasnya juga dari mereka,” imbuhnya.

Politisi PPP itu menegaskan akan melakukan upaya diplomasi untuk merealisasikan sistem tersebut di wilayah lainnya. Dengan jumlah jamaah yang besar, sistem tersebut akan sangat efisien. Namun, dia belum berani menjanjikan kapan hal itu bisa direalisasikan.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap agar sistem tersebut bisa diterapkan di 12 Embarkasi lainnya yang tersebar di berbagai daerah. JK memang sempat meninjau langsung pelaksanaan sistem tersebut saat melepas 388 jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Jakarta di Terminal 2 D Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (7/7).

JK menegaskan sistem tersebut merupakan kemajuan yang memang dibutuhkan para jamaah. Sebab, selama ini, jamaah haji kerap menghabiskan banyak waktu hanya untuk antri pengurusan administrasi di Jeddah. Nah, dengan diselesaikan di Indonesia, maka jamaah haji tidak perlu antri saat tiba di Saudi.
“Sekarang hanya dalam waktu beberapa menit semuanya sudah selesai dan nanti di Madinah atau di Mekah tidak perlu menunggu,” ujarnya. Untuk itu, dia menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah Saudi atas fasilitas tersebut.

Namun demikian, politisi senior Partai Golkar itu berharap fasilitas tersebut tidak hanya disediakan untuk Embarkasi Jakarta di bandara Soekarno-Hatta. Namun juga bisa diberikan di daerah lainnya. Apalagi, jamaah haji asal Indonesia menjadi rombongan terbesar.
“Kita harapkan bahwa mudah-mudahan pada tahun depan ini semuanya lancar seperti ini. ini uji coba dulu ini di sini,” imbuhnya. Sebab, Embarkasi Jakarta baru mengakomodir sebagian kecil dari total 214 ribu jamaah haji Indonesia. (ful/fin)

Komentar

News Feed