oleh

Takut Masuk Zona Bahaya

Timbulnya keretakan tanah dan rumah warga di Dusun III Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan membawa kecemasan warga setempat. Belum ada pihak yang bertanggung jawab. Informasi beredar, kondisi itu diduga akibat aktivitas sumur PT Pertamina EP Asset 2. Bagaimana nasib warga ?
—————–
TIGA bulan pasca retaknya rumah disertai air asin bercampur pasir dari sumur bor, di Dusun III Desa Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan hingga kini belum terjawab.
Jumlah keretakan yang sudah berlangsung sejak Juni tepatnya pasca lebaran makin meluas. Setidaknya sudah 78 rumah beserta dua tempat ibadah yakni masjid mengalami keretakan. Sementara sejumlah permukaan tanah di beberapa titik yang mengeluarkan gelembung air asin masih terjadi.
Guna mengetahui kondisi di lapangan kemarin (18/9), wartawan koran ini mendatangi rumah yang alami keretakan. Hasil pengamatan, keretakan rumahpun kian menjadi. Kondisi tersebut diawali dengan retakan pada tanah dan dinding rumah yang berdekatan dengan sumur PT Pertamina. Warga sudah cukup lama mendiami desa tersebut bahkan ada yang mencapai 25tahun.
Data sementara setidaknya ada delapan sumur milik Pertamina. Sebelumnya, rumah yang retak masih terbilang sedikit. Lambat laun terus bertambah hingga mencapai puluhan.
Bahkan, rumah milik Effendi alami kerusakan cukup parah. Dimana retakan tersebut terjadi di lantai hingga dinding rumah dengan lebar bervariasi antara 5 hingga 10 centi meter. Data sebelumnya keretakan hanya dialami 34 rumah, bertambah menjadi 78 rumah dan dua masjid.
Selain keretakan pada tanah dan rumah warga, sumur bor milik warga pun terus menyembur bercampur pasir. Bahkan rasa air berubah asin. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, sumur bor itu pun ditutup. Hanya saja hal tersebut tak menyelesaikan masalah, sebab kondisi serupa terjadi di lokasi lain. Hal inilah yang membuat warga setempat cemas dan meminta perhatian pemerintah serta pihak terkait.
“Hujan membuat kami makin khawatir. Sebab kondisi tanah jadi lembab. Sekarang rumah kami terkadang ditunggu kadang ditinggal,” ujar Effendi. Sampai sekarang lanjut dia, keretakan makin melebar dan makin parah. Lantai mulai turun, tiang ditengah rumah sudah tak lagi menempel di lantai kondisinya sudah bisa diayunkan.
Meski hingga kini teka-teki tersebut belum terjawab, namun kuat dugaan masyarakat fenomena yang membuat masyarakat cemas tersebut berasal dari aktivitas PT Pertamina yang berwilayah kerja di Desa Tanjung Menang.
“Tetap kami menunggu hasil dari tim Unsri dan berharap berakhir dengan baik, tapi untuk dusun III ini memang dikelilingi sumur Pertamina. Jarak terdekat sumur 40, sekitar 300 meter dari pemukiman yang berada di kebun karet,” tutur Effendi.
Selain menunggu hasil dari penilitian yang dilakukan oleh tim Unsri, Effendi bersama warga lainnya meminta kepastian keamanan dusun III. “Harus ada kepastian. Apakah masih aman atau tidak. Kemudian harus didata mana yang masih layak ditempati kawasan mana yang masih aman ditinggali. Dengan begitu kami masyarakat jadi lega dan tau, dan bisa bertindak,” ungkapnya.
Harmidi yang merupakan kepala Linmas desa Tanjung Menang menambahkan, meski dikelilingi sumur tua namun sepengetahuan warga sumur tersebut masih aktif. “Jaraknya juga tidak jauh, selain dekat dengan pos dengan sumur ada yang 1,5 km bahkan ada yang tidak sampai antara sumur dengan pemukiman,” bebernya.
Bersama Otong warga lainnya Harmidi juga menyampaikan menurutnya harus ada kepastian kawasan yang masuk dalam zona bahaya atau kawasan yang bebas dari retakan. “Apakah rumah-rumah masih bisa ditempati, masih bisa diperbaiki, masih aman? Karena tanahnya sudah retak sampai kebawah, untuk kembali diperbaiki apakah aman? Ini yang membuat kami minta kepastian, kalau memang semua bahaya kami minta dipindahkan, jangan diulur-ulur lagi” harapnya.
Sementara lanjut Harmidi dan lainnya, sumur bor yang sempat mengeluarkan air asin bercampur lumpur dan pasir di depan rumah Effendi kini sudah ditutup. Namun, tetap saja air masih keluar dari tanah. “Tapi air malah keluar dari sebelahnya dari tanah, bergelembung pasir masih keluar. Memang tidak sederas dulu tapi tetap saja mengalir,” jelasnya.

Minta Sampaikan Secara Terbuka
Hasil penelitian yang dilakukan tim Universitas Sriwijaya (Unsri), diharapkan masyarakat disampaikan secara terbuka dan tak ditutup-tutupi. “Kami tunggu hasilnya, sampaikan dikhalayak masyarakat ramai disaksikan masyarakat banyak khususnya warga dusun III,” ucap warga dusun III.
Keinginan masyarakat tersebut mengingat hasil penelitian nantinya disampaikan di pertemuan DPRD 20 September nanti. “Jangan hanya di depan orang tertentu, atau perwakilan. Karena kami bingung menyampaikan ke masyarakat, dengan secara terbuka tidak lagi salah faham dalam menyampaikan informasi,” lanjut mereka.
Kepala Desa Tanjung Menang Asmedi C Adam SH mengungkapkan, hal itu akan disampaikan ke tim Unsri nantinya. Karena memang jelas dia, dengan disampaikan secara terbuka informasi yang disampaikan lebih akurat. “Yang rumah retakan juga banyak, kalau hanya perwakilan saja bagaimana dengan yang lain. Itulah memang sudah menjadi pemikiran kami, minta nantinya diumumkan terbuka,” ungkapnya.
Dilanjutkan Asmedi, hingga saat ini pihaknya masih tetap menerima laporan rumah retak dari masyarakat. “Sejauh ini memang sudah 78 rumah dan 2 masjid. Sekarang kita juga masih menunggu laporan dari warga dan didata, terkait apakah itu sama retakannya dan penyebabnya itu yang akan membuktikan tim. Jadi tidak bisa kita menolak laporan,” tukasnya.

Pertamina Siap Tanggung Jawab
Meski belum dapat dipastikan keretakan tanah dan rumah milik warga Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan akibat aktivitas PT Pertamina EP Asset 2, namun perusahaan plat merah itu jauh hari sudah menyampaikan siap bertanggung jawab.
Jika, hasil Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) membuktikan adanya keterkaitan dengan aktivitas perusahaan di wilayah Desa Tanjung Menang. “PT Pertamina EP Asset 2 siap bertanggung jawab. Tapi tentunya, kami tidak sembarangan memenuhi tuntutan warga jika tidak ada dasar yang jelas,” ungakp Asmen Public And Goverment, M Gustav Akib kemarin (18/9).
Pada 20 September besok lanjut dia, tim Universitas Sriwijaya (Unsri) akan menyampaikan hasil dari kajian dan peyelidikan terkait keretakan tanah dan rumah milik warga Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan tersebut. “Ya, kita lihat dulu seperti apa hasil yang disampaikan tim Unsri,” tukas Gustav.
Soal tuntutan masyarakat lanjut dia, pihaknya Pertamina belum bisa memenuhinya. Pasalnya, tidak ada dasar yang jelas untuk memberikannya. Misalnya terkait ganti rugi dan sebagainya. Apalagi, PT Pertamina EP Asset 2 merupakan perusahaan negara. “Tidak bisa sembarangan memenuhi tuntutan warga, harus ada dasarnya,” tegasnya lagi.
Intinya kata dia, Pertamina langsung responsif atas kejadian ini. Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian dan perhatiannya atas kejadian ini, menyupali air bersih kepada warga Desa Tanjung Menang. Dan itu rutin dilakukan perusahaan. Selain itu juga telah meminta warga untuk mengajukan proposal pembangan Mandi Cuci Kakus (MCK) Umum.
Kemudian, terkait rumah yang alami keretakan, perusahaan sudah melakukan pendataan bersama pihak terkait. Seperti, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan lainnya,” terang Gustav.
Terpisah, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah memanggil Pertamina secara internal untuk menyelesaikan apa yang terjadi di Dusun III Desa Tanjung Menang Tersebut.
Pemanggilan tersebut dilakukan mengingat, PT Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan yang beraktivitas di kawasan Dusun III. “Dari awal sudah dipanggil secara internal dengan harapan minta segera ditindaklanjuti,” ujar Kepala DLH Ir Dwi Koryana. Saat ini, sudah menginventarisir rumah yang retak. Bahkan, Pertamina sudah memberikan bantuan air bersih. Diakui Dwi, dari hasil timnya di lapangan ketika itu, hasil uji laboratorium air yang keluar dari sumur bor dan disejumlah titik merupakan kandungan air asin.
“Tapi tetap harus ada proses penelitian lebih lanjut, dan sekarang menunggu dari Tim Unsri. Begitupun dengan rumah retak perlu ada kajian, kemungkinan akan disampaikan dalam waktu dekat. Dan pada dasarnya pertamina bertanggung jawab, tinggal menunggu hasilnya,” tuturnya.
Nah, dengan belum adanya kepastian terkait apa yang terjadi tersebut, Dwi berharap apa yang terjadi tak menjadi keruh dan dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk kepentingan tertentu. “Sekarang kondisi disana sangat kondusif, kita berharap cepat selesai jangan sampai ada yang membuat suasana menjadi tidak kondusif,” tukasnya.

Warga Ancam Demo Lebih Besar
Warga Dusun 3 Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan terus dihantui kecemasan. Mereka khawatir jika rumah yang didiami bersama keluarga tiba-tiba roboh. Tak sedikit dari mereka yang mengungsi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Hingga saat ini, warga masih menunggu hasil dari tim uji laboratorium Unsri terkait keretakan tanah dan rumah yang terjadi di wilayahnya. Meski ada beberapa kategori kerusakan, baik ringan sedang dan cukup berat namun warga terus dihantui rasa takut. Untuk diketahui mencapai Dusn III Desa Tanjung Menang terdiri dari 127 kepala keluarga (KK) terdiri 447 jiwa.
Kepala Desa (Kades) Tanjung Menang, Asmedi C Adam SH, kemarin (18/9) mengatakan, sangat wajar jika warganya dihantui rasa takut. Ini lantaran kondisi rumah retak. Apalagi, saat hujan tiba. “Sangat manusiawi kalau takut, apalagi belum ada kepastian penyebab keretakan tanah dan rumah tersebut,” ujarnya.
Masih kata dia, tak sedikit warga mengungsi. Terlebih jika ada anggotanya yang sakit. “Anak-anak juga kita ungsikan saat itu,” katanya. Ia mengatakan, saat ini warga masih bersabar. Ini dilakukan karena warga yakin pihak terkait akan member solusi terbaik.
Untuk menyampaikan aspirasi terkait masalah tersebut, ia pernah mendatangi DPRD. Tak hanya itu, selang beberapa waktu warga pun mendatangi gedung dewan. “Kami harap hasil tim Unsri dapat disampaikan secara terbuka. Berdasarkan jadwal akan dilakukan pada 20 September. Jangan ditunda-tunda,” tegasnya.
Ia mengatakan, jika dari jadwal yang ditentukan warga belum menerima hasilnya, maka sangat terpaksa warga akan melakukan demo besar-besaran. Ia menyebut, rumah warga yang retak terjadi lantai dinding depan, tengah, belakang, dapur, lantai rumah dan pondasi.

Polisi Lakukan Upaya Preventif
Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Prabumulih terus melakukan upaya preventif atau pencegahan terjadinya berbagai konflik dan gangguan Kamtibmas di wilayah Prabumulih. Bahkan, polisi inipun menyikapi serius terkait kasus kemunculan air asin dan keretakan rumah warga di lokasi Desa Tanjung Menang.
Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kabag Ops, Kompol Zai’an SH mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat di lokasi Desa Tanjung Menang, RKT itu dalam mengantisipasi terjadinya hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya konflik.
“Upaya preventif gangguan Kamtibmas maupun konflik apapun di masyarakat itu tentu terus kita lakukan. Apalagi dalam pencegahan terjadinya konflik di masyarakat,” katanya.
Upaya preventif inipun sesuai dengan intruksi Kapolres sebagai jaminan kenyamanan dan keamanan bagi warga masyarakat. Kompol Zai’an pun mengimbau masyarakat khususnya di lokasi wilayah Desa Tanjung Menang jangan mudah percaya dengan informasi yang belum bias dipertanggung jawabkan kebenarannya.
“Kita mengimbau warga tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dan tidak terpancing berbagai isu pasca keretakan rumah-rumah warga yang terjadi itu. Masyarakat saat ini harus lebih pitar menyikapi dalam suatu persoalan jangan gampang sekali termakan isu-isu dan provokasi,” katanya.
Ia pun menyampaikan, berbagai persiapan dan upaya untuk meminimalisir bila kemudian hari adanya kerusuhan sampai terjadi, polisi juga sudah melakukan patroli hampir setiap harinya di sekitar lokasi. Dalam melakukan pengamanan inipun, sambung dia, pihaknya pun akan dibantu oleh anggota TNI.
“Untuk itu, kita dari kepolisian meminta agar masyarakat saat ini tidak memiliki ketakutan yang berlebihan terkait bila adanya kembali rencana aksi demo tersebut. Kita berusaha semaksimal mungkin menjamin jika kota Prabumulih akan aman,” terangnya.
Ditambahkannya, masyarakat diminta untuk mematuhi aturan berlaku. Percayakan kepada Polri yang diamanatkan Undang-undang mengawal Kamtibmas dan dibantu TNI serta instansi lainnya. Kita harapkan situasi kondusif karena kita all out mengamankan wilayah kota ini,” tandasnya. (05/06/mg02/mg03)

News Feed