oleh

Tak Tahu Direkam, Video Jadi Viral

PRABUMULIH – Aksi Walikota Ir H Ridho Yahya MM yang sempat melakukan penghadangan truk angkutan Batubara, yang direkam oleh masyarakat dan diunggah di laman facebook baru-baru ini dan menjadi viral.
Tak hanya sekedar viral dimedia sosial pengguna FB, aksi tersebutpun menuai pujian dan dukungan dari masyarakat.
Pantauan koran ini kemarin, video berdurasi 1 menit 16 detik, yang pertamakali diunggah oleh pemilik FB Herlun Salam Minggu (13/3) itu sudah ditonton sebanyak 6.552 orang pengguna medsos.
Sementara itu video dengan caption “Saya Bangga dengan Walikota Prabumulih ( Ir H Ridho Yahya, MM ) berani Hadang Truk Yang Lewat Jalan dalam Kota. Luar Biasa” itu dibagikan sebanyak 66 kali.
Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM dikonfirmasi terkait viralnya video tersebut menuturkan sama sekali tak mengetahui jika dirinya difoto bahkan direkam oleh warga. Apalagi ketika itu dirinya hendak menghadiri undangan pernikahan di Kelurahan Tanjung Raman.
“Kami tidak tau siapa yang moto dimana, itu kami lewat kondangan lihat batubara jadi stop,” ujarnya.
Tak hanya terkejut, Ridho yang tak mengetahui sama sekali aksinya direkam mengaku penasaran dengan orang yang telah merekam aksinya itu. “Kepengen tau jugo siapo, dimano wongnyo. Kito idak tau nian,” ucapnya.
Aksi tersebut tutur Ridho, merupakan bentuk komitmen pemerintah kota yang melarang adanya batubara melintas dijalan Kota. “Mungkin ada yang merasa tersinggung, mungkin aparat yang jadi tugasnya merasa tersinggung. Bahkan juga ada yang ngawalnya (membekengi,red) tapi kita takut dengan yang ngawal kita ada peraturan,” terangnya.
Sebenarnya kata ayah tiga anak ini, tugas untuk menghadang batubara merukapan tugas semua masyarakat. “Seharusnya masyarakat, wartawan juga ikut jangan cuma walikota. Karena Prabumulih bukan milik walikota tapi semua,” bebernya.
Hanya saja memang tegas dia, dalam aksi pengahadangan tersebut harus dilakukan secara benar tanpa anarkis, terlebih jadi objek untuk dijadikan pungli. “Suruh putar balik lagi, tapi jangan diminta apa-apa,” tegasnya.
Orang nomor satu itu mengakui, banyak reaksi dari berbagai pihak terkait aksi tersebut. Hanya saja selaku orang yang bertanggung jawab terhadap kota ini, suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu itu menanggapinya dengan santai. “Macam-macamlah, ada yang ngomong pencitraan, apa sih pencintraannya 9 tahun menjabat. 5 tahun jadi wakil 4 tahun jadi walikota,” bebernya.
Disampaikan Ridho, apa yang dilakukan tersebut merupakan sifat dari seorang Ridho Yahya yang sebenarnya. “Itulah watak kami apa adanya, sudah lama dikenal masyarakat,” imbuhnya.
Untuk diketahui, aksi penghadangan batubara tersebut bukan pertama kali dilakukan oleh Ridho Yahya. Hanya saja, tanpa sengaja aksi tersebut belakangan menjadi perbincangan atau pujian seiring dengan beredarnya video tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs H Djoharuddin Aini MM menyampaikan pihaknya sangat prihatin dengan masih adanya oknum aparat dan tranfortir serta sopir yang terus berupaya merusak jalan kota Prabumulih, bahkan ketika melakukan penghadangan ada oknum aparat yang membekingi datang.
“Kita sebagai masyarakat harus berbuat, karena banyak aparat dan sopir yang akan merusak kota Prabumulih. Buktinya ketika walikota menyetop truk lalu meminta balik arah, justru ada oknum aparat meski walikota langsung menelpon atasan aparat itu setelahnya. Jadi kami mengajak, kenapa kita sebagai masyarakat tidak berbuat, jalan kita dirusak diam saja,” tegasnya.
Dijelaskan Sekda dalam peraturan Walikota Prabumulih nomor 56 tahun 2015 dengan jelas melarang truk melintas Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih masuk jalan dalam kota Prabumulih.
“Kecuali truk angkutan sayur dan sembako ada pengecualian, diperbolehkan masuk jalan dalam kota. Tapi kalau untuk truk lain khususnya bertonase diatas 6 ton serta truk kayu dan truk batubara jelas dilarang,” paparnya.
Suami Hj Suhaidah ini membeberkan, jalan yang terbentang di dalam kota Prabumulih yang berstatus jalan kota hanya dapat menahan beban 3 ton sampai 6 ton. Sementara tak hanya angkutan batubara truk angkutan barang maupun karet kebanyakan bermuatan diatas beban tonase.
“Truk-truk karet dan lainnya itu muatannya diatas 6 ton atau 8 ton, apalagi truk batubara dan kayu mencapai 30 ton lebih, jelas mereka harus lewat jalan lingkar timur. Jalan itu sudah menjadi jalan negara dan sudah diserahterimakan,” jelasnya.
Jika truk yang memiliki muatan diatas 6 ton tetap melintas, tentunya kata Sekda akan merusak jalan seperti halnya jalan lingkar. “Yang rugi masyarakat pengguna jalan dan pemerintah, itu jangan terjadi. Tapi kalau mau aturan ditegakkan jika perlu dilakukan pengukuran, muatan dibawah 6 ton silahkan melintas dan diatas 6 ton jangan lewat” tukasnya. (05)
VIRAL: Akun FB yang merekam aksi Wako Ridho Yahya menghadang angkutan batu bara menjadi viral.

News Feed