oleh

Tak Lengkap Administrasi, Terancam Tak Bisa Turun

-Metropolis-67 views

PALEMBANG – Verifikasi atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel yang akan dilaksanakan di Kota Prabumulih pada November 2019, dilakukan selama tiga hari yakni Kamis-Sabtu, kemarin.

Kabid Binpres KONI Sumsel Syamsuramel mengatakan bahwa verifikasi terhadap keabsahan atlet yang akan membela kabupaten/kota pada Porprov, dilakukan selama tiga hari. Yakni dari 24-26 Oktober 2019. “Sehari, sepuluh cabor dilakukan verifikasi,” kata Ramel, -panggilan Syamsuramel-, Jumat (25/10).

Verifikasi yang dilakukan, lanjut Ramel, meliputi KTP, KK, Akte Kelahiran, dan ijazah. Untuk atlet yang akan turun di Porprov, panitia memberlakukan aturan kelahiran maksimal 1 Januari 1998. Aturan itu berlaku untuk cabor tertentu di nomor beregu atau tim. Syaratnya minimal 30 persen kuota atlet kelahiran 1 Januari 1998.

“Selebihnya, mau umur 35 tahun atau 50 tahun terserah. Yang penting syarat 30 persen kelahiran 1 Januari 1998 terpenuhi,” ujarnya.

Selama dua hari verifikasi, lanjut Ramel, panitia verifikasi dari setiap cabor masih menemukan berkas atlet yang belum lengkap. Karena itu, KONI akan meminta pengurus cabor kabupaten/kota untuk melengkapi berkas. Jika tidak, maka atlet yang bermasalah administrasi saat verifikasi tidak bisa turun di Porprov.

“Kita akan rapat dulu untuk menentukan langkah selanjutnya,” tukasnya.

Bagaimana jika saat verifikasi lolos namun saat Porprov ketahuan manipulasi data? Ramel menegaskan bahwa protes yang dilakukan saat Porprov akan diproses dewan hakim cabor yang bersangkutan.

“Jika memang ada manipulasi data, maka medali yang diraih atlet akan dianulir. Kalau jelas-jelas memalsukan data, apa boleh buat,” tandasnya.

Sementara itu panitia verifikasi atlet renang, Herwin menyatakan bahwa pengurus renang kabupaten/kota yang menyerahkan data foto kopi berkas, akan diterima. Hanya saja, saat technical meeting, berkas asli apakah itu KTP, KK, ijazah, atau akte kelahiran harus diserahkan. “Jika tidak, kita akan mencoret nama atlet yang bersangkutan,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum KONI Kota Prabumulih melalui Sekretaris Umum, H Intisar Usman SAg mengungkapkan kalau pihaknya sudah menyerahkan 30 berkas cabor kepada KONI Provinsi. “Hampir rata-rata hasil verifikasi tidak ada masalah,” kata Intisar.

Diakui Intisar, kalau kekurangan berkas masih terjadi di beberapa cabor. “Namun semuanya sudah kita informasikan dengan cabor bersangkutan dan untuk segera melengkapinya,” kata dia. (dom/02)

Komentar

News Feed