oleh

Tak Ikut Uji Komptensi Gugur

PRABUMULIH – Pelaksanaan Sleksi tenaga pendidik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Prabumulih sudah berlangsung Kamis (3/6/2021). Dari 128 pendaftar non Pegawai Negeri, ada beberapa yang tidak hadir.

“Ada beberapa diantaranya yang tidak hadir, belum dicek absensinya. Namun berdasarkan keputusan panitia, kalau tidak hadir uji kompetensi, maka pendaftar langsung gugur. Kita tidak memberikan kesmepatan ke dua,” jelas Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Prabumulih, Muslim Arif SPd MSi kemarin.

Sedangkan guru di MAN 1 ada sebanyak 19 orang yang juga ikut rangkaian uji kompetensi, bersaman dengan para peserta lainnya untuk mengabdikan diri di SMAN 1 Prabumulih.  Menurut pria ini pelaksanaan sengaja dilaksanakan di Sekolah untuk meminimalisir  kecurangan, waktu pelaksanaan penyelesaian juga beragam namun bisa terkontrol.

“Kalau difasilitasi di sekolah, minimal kita bisa mengkontrol para siswa saat mengikuti uji kompetensi dengan terbuka, selain itu peserta bisa memanfaatkan fasilitasi wifi dari sekolah untuk ikut uji kompetensi,” bebernya.

Lebih jauh pria ini mengatakan, dalam pelaksanana uji kompetensi  ada materi SBMTPN 50 Persen dan soal UN 50 persen. Dengan tekhnis penilaian jawaban benar mendapatkan score 4 dan jawaban salah minus score 1. Sehingga dalam kesempatan ini, para peserta harus mampu  menjawab dengan cepat dan benar dalam waktu yang sudah ditentukan, yaitu 2,5 menit setiap 1 soal.

“Mungkin sleksi seperti ini baru kali ini dilaksanakan, karena kita berharap bisa mendapatkan orang yang terbaik secara kualifikasi, kompetensi, kinerja yang baik serta disiplin tinggi. Karena kita ingin mencetak generasi yang berprestasi dan berkomepetensi, dengan Sumber daya manusia yang juga berkompeten juga,” ujar Muslim seraya mengatakan, soal uji komptensi  adahal hasil kerjasama dengan pihak ke tiga.

Lebih jauh Murlim mengatakan, dari hasil kompetensi nanti selain untuk memenuhi kebutuhan di kampus 1 juga di kampus 2 gedung MAN 1 di Desa Pangkul. “Karena kita ada 2 Kampus, maka untuk mengabdi  guru yang berkompetensi  bisa di Kampus A dan B. Pada dasarnya kita melaksanakan seleksi ini bukan karena tidak ada guru, melainkan ingin mendapatkan SDM yang berkompetensi,” tandasnya. (05)

Komentar

News Feed