oleh

Tak Cukup Latihan di Rumah

-Olahraga-15 views

MAKASSAR – Liga bergulir ke depannya, masih merupakan keputusan tentatif. Kekhawatiran pun muncul. Tak ada kompetisi berarti perkembangan pemain muda bisa tersendat.

Salah satu yang yang khawatir dengan hal tersebut yakni, Asnawi Mangkualam. Penggawa PSM dan juga salah satu pemain muda yang kini eksis di kancah sepak bola Tanah Air itu menilai, jika tak ada kompetisi tahun ini, itu akan berimplikasi secara nyata terhadap perkembangan pemain muda. Sebab lewat wadah kompetisi, dari situ pesepak bola seusianya bisa mengembangkan diri.

“Kita memang tetap latihan di rumah. Tetapi itu tak cukup. Seharusnya kita sudah bisa meningkat (permainannya) lewat kompetisi, tetapi masih-masih begini-begini saja,” tegas bek sayap Timnas U-23 itu.

Bagi Asnawi, tak ada kompetisi berarti menjadi sebuah persoalan bagi para pemain muda. Maka dari, ekspektasinya sangat besar agar liga bisa tetap bergulir. Tentunya, dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan jika wabah Covid-19 yang jadi tantangan dan hambatan. “Apa pun itu, entah liga yang lanjut atau home turnamen perlu tetap ada,” pinta pemain berusia 20 tahun itu.

Terpisah, General Manajer Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman menilai, tak ada kompetisi tentu akan sulit. Utamanya para pemain usai 20 tahunan. “Mereka (pemain muda) perlu wadah dan banyak pengalaman dalam pertandingan. Lagi-lagi itu demi perkembangan mereka,” katanya.

Menurutnya, semua yang terkait dengan sepak bola termasuk para suporter, sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi sekarang. Khususnya pemain, mereka memang sangat butuh sebuah wadah untuk mengasah dan mengembangkan permainannya. (gsa/ham/fin)

 

Komentar

News Feed