oleh

Tak Boleh Ada Diskriminasi Dalam Penertiban Pedagang

-Metropolis-35 views

PRABUMULIH – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dikeluhkan oleh pedagang yang ada di Jalan Sudirman. Bahkan, keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Pimpinan DPRD H Ahmad Palo SE , dan Ketua Komisi II H Hartoni Hamid, Selasa (23/7).

Dalam laporannya, pedagang tersebut merasa penertiban PKL yang ada di Jalan Sudirman tebang pilih. “Jangan Aku bae, bubarke galo yang lain,” ucapnya di DPRD sekitar pukul 09.30 WIB kemarin.

Menanggapi hal itu Ketua DPRD H Ahmad Palo SE, menuturkan bila pihaknya sudah langsung berkoordinasi dengan Sat Pol PP. “Yang mereka sampaikan, bahwa memang dalam rangka penertiban. Pedagang seluruhnya dikasih waktu seminggu,” kata politisi PPP ini.

Pria yang berulangtahun 22 Juli ini, menyampaikan bila memang ketentuan tersebut telah ditetapkan. Diharapkan seluruh pedagang patuh terhadap aturan yang ada. “Kalaulah, sampai batas waktu yang ditetapkan masih ada yang bandel harus ada tindakan tegas,” ujarnya.

Namun Ia juga berharap dalam penertiban yang dilakukan, tanpa adanya tebang pilih. Sebab aturan tersebut berlaku untuk semua pedagang.“Dalam arti juga Pol PP tidak boleh ada diskriminasi. Ada yang boleh ada yang dibiarkan, ada yang harus pindah. Itu tidak boleh, pindah satu pindah semua,” tegasnya.

Lebih jauh, Palo menuturkan haruslah ada solusi agar pedagang tetap bisa berjualan. Apalagi menyangkut penghasilan keluarga. “Kami nanti langsung koordinasikan (dengan pemkot), karena mereka inikan yang melapor untuk kehidupan rumah tangga untuk mereka makan. Terkait ini juga nanti akan kita bicarakan dimana lokasi yang pas untuk mereka. Keinginan pemkot terpenuhi dan pedagang tetap bisa berdagang,” jelasnya.

Ayah satu anak ini meyakini, apa yang dilakukan Wako dan jajaran Pemkot selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. “Pak Wali dan pemkot pasti memikirkan masyarakat, jadi akan kita carikan solusi terbaik dengan pak Wali,” tukasnya. (08)

Komentar

News Feed