oleh

Tak Bisa Lagi Dilewati Mobil

PRABUMULIH – Hingga kemarin, empat hari pasca amblasnya pondasi jembatan, kondisi jembatan Bulo Itam di jalan Tangga Mus RT 03 RW 01 Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur kian memperihatinkan.
Bahkan akses jalan tak bisa lagi digunakan untuk kendaraan roda empat alias mobil untuk lewat. “Dak biso dilewati lagi terutamo untuk mobil,” kata Yal, salah satu warga.
Bahkan masyarakat pun mengaku memilih memutar jalan ke jalan Sajak untuk menuju perkebunan. “Kalu hujan deras sekali lagi, biso putus jembatan ini. Amblasnyo terus bertambah, jadi yang lewat makin takut. Kami warga milih mutar lewat jalan sajak bae,” kata Maryadi warga yang dibincangi koran ini.
Namun kendalanya beber dia, kondisi jalan sajak yang tak semulus jalan Tanggamus membuat masyarakat kesulitan untuk membawa hasil panen atau getah karet. “Kalau lewat sini (jembatan bulo itam,red) jalannyo bagus dan cepat. Kalau lewat sajak jalannyo jahat dan lamo oleh mutar,” imbuhnya.
Karena itulah, dirinya berharap agar kiranya perbaikan untuk segera dilakukan. Apalagi jalan jembatan tersebut menjadi salah satu akses perekonomian masyarakat. “Bukan hanya kami dari Muara Duo, tapi dari Karang Jaya, Muara Enim jugo lewat sini. Nak betimbang, bawa barang laju dak biso harus mutar lewat jalan lain,” bebernya.
Harjono yang merupakan ketua RW 1 mengungkapkan, selain arus air yang deras amblasnya jembatan bulo itam tersebut juga sebagai akibat dari melintasnya truk angkutan batubara. “Dulu batubara sering lewat sini, itulah kenapa kami sangat marah dan melarang karena ini yang kami khawatirkan. Dan yang jadi korban adalah masyarakat, dengan begini aktivitas terganggu,” tuturnya.
Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Prabumulih, M Sufi ST yang dibincangi usai meninjau lokasi menuturkan untuk sementara pihaknya akan memasang cerucut kayu di sisi kiri dan sisi kanan jalan, sehingga jalan tidak akan makin tergerus dan jalan putus. “Sekarang jalan yang bisa dilewati hanya sisa sekitar dua meter, dan kami akan bertindak cepat sehingga akses masyarakat tidak terganggu,” tukasnya.
Pantauan koran ini, selain dinas PUPR pejabat setempat mulai dari Lurah Muslim SE, Camat A Fauzan SSTp juga turun kelokasi untuk memantau kondisi jembatan yang amblas tersebut. Sementara meski kendaraan roda empat sudah dilarang untuk melintas, namun tak sedikit kendaraan yang masih mencoba untuk melintas, meski akhirnya harus kembali memutar balik.
“Padahal sudah kita pasang larangan, tapi kendaraan mobil masih saja ngeyel. Kan akhirnya masih mutar juga,” pungkas Lurah Muara Dua Muslim SE. (05)
MAKIN PARAH: Kerusakan jembatan bulo itam hingga kemarin sudah semakin parah. Bahkan kondisinya tak bisa lagi dilewati mobil.

News Feed