oleh

Tak Akan Swab Siswa dan Guru

-Metropolis-30 views

PRABUMULIH – Pembelajaran tatap muka resmi mulai dibuka awal tahun 2021. Dalam pelaksanaannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengembalikan izin sekolah tatap muka ke Pemerintah Daerah (Pemda).

Nah, dibukanya keran pembelajaran tatap muka di tengah pandemi covid-19 menimbulkan reaksi dari perhimpunan guru yakni agar minta swab test massal gratis sebelum sekolah dimulai.

Dikutip dari berbagai sumber, Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriawan menyebut setiap pemerintah daerah perlu melakukan test swab massal kepada guru dan siswa yang sekolahnya akan dibuka pada Januari 2021.

Ia juga menuntut agar biaya swab test ini bisa ditanggung oleh pemerintah daerah setempat yang akan membuka kembali sekolah, bukan guru atau siswa yang bersangkutan.

Selain itu, Satriawan juga mengingatkan agar penyebaran virus corona tidak masif ketika sekolah tatap muka berlangsung, diharapkan agar staf guru, siswa, orangtua tidak bepergian selama libur akhir tahun 2020.

Pro kontra terkait permintaan swab muncul dikalangan masyarakat. Ada yang setuju bila swab memang harus dilakukan, namun ada pula yang tak setuju siswa harus di swab.

“Setuju bae kalau gratis, demi kesehatan bersama. Tapi apokah anak-anak galak di swab.Wong tuo bae kadang dak galak di swab, swab itu sakit,” kata Fitri salah satu orang tua siswa.

Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, dikonfirmasi terkait swab bagi guru dan siswa menegaskan, Kota Prabumulih tak akan melakukan swab. Apalagi kata Ridho, pihaknya sama sekali tak memaksakan kepada siswa untuk sekolah tatap muka tanpa seizin orang tua.

“Kita idak akan swab, kita sekolah orang tuanya dulu tanggal 28 Desember para orang tua murid sekolah dulu, supaya dia percaya diri ngirimkan anaknya sekolah. Kita tidak memaksa juga, kalau orang tua melihat protokol disekolah nanti belum bagus kita evaluasi. Kalau bagus silahkan, jadi kita tidak memaksa,” tegas Ridho.

Ia menyampaikan, dengan para orang tua datang kesekolah secara langsung sebagai penentu apakah anak atau murid sudah layak untuk mengikuti tatap muka. “Jadi silahkan para orang tua sendiri melihat tanggal 28. Layak dak sekolah kita menjalankan protokol kesehatan, layak tidak sekolah anak anak kita,” katanya.

Disinggung apakah sudah ada terkait adanya permintaan tes swab? Hanya saja menurut Ridho, tak ingin terlalu jauh atas kabar yang belum pasti tersebut.“Kita belum menerima (terkait swab,red). Kita jangan berandai-andai, sementara ini tetap tatap muka tanggal 4 tapi batas kelas 6 SD,” tukasnya.

Selain adanya tuntutan dari P2G, agar swab dilakukan. Dikalangan masyarakat juga banyak yang mengira, bahwa merupakan intruksi dari menteri pendidikan. Namun pada Minggu petang (20/12/2020), kabar tersebut merupakan hoax. Hal itu seperti yang dilansir dari salah satu media nasional.

Dalam laman tersebut Nadiem yang disapa Mas Menteri, menyatakan tak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa masuk sekolah wajib swab PCR.

Untuk diketahui, tatap muka di Kota Prabumulih direncanakan sebelum adanya pernyataan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kebijakan dan keinginan tatap muka di Kota Prabumulih, lantaran wali kota dan forum pimpinan daerah melihat kesiapan sejumlah sekolah yang sudah sangat siap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, keinginan agar siswa kembali belajar di sekolah merupakan harapan dari para orang tua. (08)

 

Komentar

News Feed