oleh

Tak Akan Liburkan Pegawai dan Sekolah

-Metropolis-592 views

PRABUMULIH – Sejumlah instansi terkait mulai meliburkan pekerjanya dan menutup kantor sementara, sebagai antisipasi dan pencegahan penyebaran virus corona yang saat ini tengah mewabah.

Tetapi, Pemerintah kota Prabumulih nampaknya tidak akan meliburkan pegawainya. Lantaran, jika diliburkan pelayanan publik akan menyulitkan masyarakat.

Walikota, Ir H Ridho Yahya MM mengungkapkan, kalau diliburkan pelayanan publik akan lumpuh dan jelas masyarakat mengeluh.

“Makanya, tidak kita liburkan. Seluruh pegawai tetap bekerja dan beraktivitas seperti biasa. Termasuk sekolah juga tidak libur. Libur tidak menyelesaikan masalah dan tidak ada jaminan terbebas dari penyebaran corona. Sehingga, pelayanan tidak terganggu. Kalau diliburkan, masyarakat akan resah. Akan memicu kepanikan. Itu tidak kita inginkan terjadi,” terang Ridho.

Sambungnya, jika sakit sebaiknya warga segera berobat. Sehingga, bisa disembuhkan penyakitnya. “Pemkot menjamin biaya perawatan di RSUD. Jangan takut berobat, ini sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini. Kita imbau masyarakat tetap tenang menyikapinya,” terangnya mengatakan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona pemkot membuka layanan 1×24 jam, 119 siap datang kerumah

Untuk mencegah virus corona, ia mengajak masyarakat mengedepankan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu, kata dia, rutin mencuci tangan untuk membasmi kuman dan penyakit serta virus. “Kalau ada masker, pakai masker untuk melindungi diri. Penyakit bukan untuk ditakuti, tetapi dihadapi dengan tenang yang nyaman,” kata dia.

Tidak diliburkannya sekolah menurut Ridho Yahya  karena penyakit tidak untuk ditakuti, melainkan untuk dihadapi. “Dengan libur apakah ada penelitian mengatakan penyakit tidak ada, penyakit corona berkurang. Tidak ada kan? Kenapa kita harus takut. Penyakit bukan untuk ditakuti tapi untuk dihadapi, kenapa kita harus takut. Kalau ada jaminan libur corona hilang, ku liburkan besok,” kata Ridho.

Menurut Ridho, libur sekolah bukanlah salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan. Namun terpenting untuk selaku mawas diri dan menjaga kesehatan. “Tinggal kita mawas diri, kalau lapar makan, kuatkan fisik kita itu utama. Libur tidak menyelesaikan masalah,” bebernya.          Ridho mengatakan, sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyakit yakni dengan cara berdoa dan meminta kepada Allah SWT. Karena itulah, pemkot akan mengajak pegawai untuk menggelar doa bersama. “Makanya besok kita kumpulkan pegawai doa bersama. Disamping doa AKAMIGAS lancar, kita harapkan Prabumulih bukan hanya bebas corona tapi terhindar dari seluruh berbagai penyakit. Yang penting minta dengan Tuhan, bukan lari dari kenyataan. Sepertinya ada kemerosotan kita kepada Allah SWT, tidak percaya. Sembunyilah dimana saja kalau mau sakit tetap datang tulah,” tuturnya.

Disinggung, terkait sudah banyaknya masyarakat yang memborong sembako diberbagai daerah sebagai dampak dari corona. Dan apakah akan menurunkan Dinas Perdagangan untuk melakukan sidak di lapangan terkait panic buying.  “kalau ditempat lain masker mahal, kita malah gratiskan bagikan ke masyarakat. Itu membuktikan pemimpin mengajak masyarakat tenang. Insya Allah Prabumulih tenanglah, kita beraktivitas sebagaimana mestinya,” tukasnya. (03/08)

 

 

 

Komentar

News Feed