oleh

Tak Ada Istilah Titipan, Undi Pembagian Lapak PTM II

PRABUMULIH – Pasar Tradisional Modern (PTM) II segera operasional. Dijadwalkan Oktober mendatang sudah mulai beroperasi.
Kepala UPTD Pasar, Taufik Hidayah SE mengatakan, operasional PTM II akan berlangsung 4-5 tahap. Tahap awal, kata dia prioritas utama adalah pemegang SK yang mendapatkan jatah kios yang ada di PTM II.
“Data yang kita miliki, ada 557 yang mengantongi SK. Tahap awal, sebanyak itulah kios yang kita bagi. Pembagian kios ini sendiri, kita lakukan dengan cara diundi. Mudah-mudahan Oktober bisa dioperasionalkan sesuai dengan keinginan Pak Wako (Ridho Yahya, red). Sekaligus menjawab keluhan pedagang,” ungkap Taufik, Kamis (27/9).
PTM II sendiri memiliki 1.460 kios dan lapak. Nantinya, semua pemegang SK ditempatkan di PTM II untuk berjualan.
“Termasuk yang sudah menghuni PTM I, akan dipindahkan ke PTM II. Selanjutnya, tahap II hingga tahap 5 giliran Pedagang Kaki Lima (PKL) menghuni PTM I dan PTM II. Di PTM sendiri, sekarang ini ada 119 kios,” bebernya.
Pemkot, kata dia telah mengelar rapat tim pengamanan. Untuk pembagian lapak dan kios, ditandai operasional PTM II tersebut. “Melibatkan kepolisian, TNI, Sat Pol PP, Dishub, dan lainnya yang terkait. Sosialisasi, nantinya akan segera dilaksanakan. Pedagang akan kembali diundang, untuk operasional PTM II ini,” kata dia.
Lanjutnya, proses persiapan operasional PTM. Kata dia, sejauh ini terus dipersiapkan olehnya. Sehingga, begitu dioperasionalkan tidak ada keluhan dari penghuninya. “Sejauh ini, sekitar 20 persen. Tetapi, kita optimis Oktober sudah bisa operasional,” bebernya.
Sebutnya, Taufik juga optimis, apabila, baik pemegang SK dan PK. Semuanya akan mendapatkan lapak atau kios sesuai haknya, sehingga bisa mengais rezeki di PTM I dan PTM II. “Sudah kita pikirkan dan caranya bisa memuat seluruh pedagang di PTM I dan PTM II,” akunya.
Wakil Wali Kota (Wako), H Andriansyah Fikri SH dikonfirmasi menyebutkan, sekarang ini jumlah pedagang yang akan menghuni PTM II terus diverifikasi. Sehingga, penerimanya tepat dan tidak ada istilah titipan.
“Kita minta PKL sendiri yang mengawasi. Kalau ada dan benar soal titipan, laporkan akan kita tindak lanjuti dan langsung coret. Karena, jelas tidak berhak,” tukas Fikri, begitu sapaan akrabnya.
Sambungnya, operasional PTM II sendiri. Dari pedagang, untuk pedagang sendiri dan demi pedagang. Sehingga, pedagang sendiri yang harus peka dan responsif. ”Karena, pedagang sendiri tahu siapa yang berdagang dan tidak,” tutupnya. (03)

News Feed