oleh

Tahun Tanpa Bonus

-Kecamatan-10 views

PRABUMULIH – Pandemi Covid-19, berdampak pada pertumbuhan Bank Sampah Prabumulih (BSP). Bahkan tahun 2020 ini menjadi tahun yang begitu berat bagi BSP.

Betapa tidak, akibat pandemi setoran tabungan sampah nasabah turun drastis. Tak sampai disitu, harga untuk komuniti seperti kerta sempat turun bebas. “Kami juga merasakan dampak pandemi, tahun 2020 jadi tahun yang berat bagi kami,” kata Humas BSP Siti Zuleha, Rabu (16/12/2020).

Akibat operasional yang tidak stabil, tahun 2020 ini merupakan tahun tanpa bonus bagi nasabah. Dimana tahun-tahun sebelumnya, BSP rutin memberikan bonus kepada para nasabah. “Program lainnya yang bersifat charity atau bonus bonus belum kami lakukan sebab kondisi ekonomi covid 19,” bebernya.

Meski merasakan dampak pandemi,namun kata Siti BSP tetap berupaya untuk kembali bangkit seperti sedia kala. “Kita fokuss meningkatkan kembali performa  BSP dimata masyarakat, semisal perombakan harga seperti komuniti kertas yg sempat anjlok harganya akan segera kita revisi agar masyarakat bersemangat lagi,” tuturnya.

Dilanjutkan Siti, di tengah pandemi saat ini. BSP tetap bersyukur lantaran tetap bertahan. “Kita bersyukur, mampu tetap eksis dan bertahan saat seperti ini. Karena ada banyak perusahaan dan lembaga gulung tikar karena pandemi covid-19,” terang Siti.

Dalam kesempatan itu, Siti menyampaikan managemen BSP tetap melayani masyarakat ataupun unit-unit yang akan membuka tabungan baru. “Alhamdulillah masih tetap ada unit baru yang buka, bahkan ada dari luar Kota Prabumulih,” tukasnya.

Seperti diketahui, Sejak beberapa bulan ini, tabungan sampah di Bank Sampah (BSP) Prabumulih turun hingga 50 persen.

Direktur BSP Dady P SPdI melalui bagian administrasi menuturkan, penurunan terjadi sejak pandemi Covid-19. “Ini salah satu dampak corona, jadi nasabah yang nabung khususnya mandiri berkurang,” kata Ari.

Dituturkan Ari, selain nasabah mandiri. Hasil setoran nasabah unit juga mengalami penurunan. Betapa tidak, biasanya setiap jadwal penimbangan sampah di unit, penjemputan dilakukan berulang kali. “Sekarang setiap unit hanya satu kali angkut, padahal sebelum corona bisa sampai 3 kali jemput karena setoran sampah nasabah menumpuk,”  tutur Ari menambahkan jumlah nasabah unit mencapai 37 unit termasuk yang ada di luar Kota Prabumulih.

Ari membeberkan, saat ini per hari jumlah setoran seluruh nasabah hanya 400 kg. “Rata-rata perhari cuma 400 kg, kalau sebelum corona 800 kg bahkan Sampai seribu kg. Jadi turun 50 persen bahkan lebih,” bebernya.(08)

 

 

Komentar

News Feed