oleh

Tabrak PJU Crane Dikandangkan

PRABUMULIH – Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di jalan Lingkar Timur simpang Air Mancur, Kecamatan Prabumulih Timur kemarin (13/1) sekitar pukul 15.00 WIB rusak setelah disenggol sebuah crane.
Akibatnya 1 unit PJU yang berada tepat didepan lorong Koperasi Pegawai Negeri (KPN) itu rusak dan patah. Usai menabrak tiang PJU sopir yang tak diketahui identitasnya berhasil melarikan diri.
Kepala Bagian Perlengkapan Setda Prabumulih, Mahfuzi melalui Kasubbag Perlengkapan, Nasrul menuturkan pasca kejadian tersebut pihaknya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan 1 unit crane dengan nomor polisi BG 8785 UL.
“Sopir sudah kabur, kendaraannya sekarang sudah kita amankan di halaman kantor pemkot,” kata Nasrul. Disampaikan Nasrul, beruntung pasca kejadian pihaknya langsung menerima laporan, sehingga kondisi PJU yang patah langsung diturunkan. “Dikhawatirkan mengganggu, jadi langsung diturunkan,” bebernya.
Untuk kronologis kejadian sendiri, beber Nasrul menurut pengakuan sejumlah warga kedaraan tersebut secara tiba-tiba menabrak saat hendak memutar dari arah kiri jalan air mancur-RSUD, kejalan kanan. “Menurut warga begitu, tapi kalau menurut yang punya tak sengaja tersenggol karena hendak mutar tepat di arah putaran,” bebernya.
Sementara dikandangkannya kendaraan crane yang merupakan milik PT Subur Sedaya Maju, untuk meminta itikad baik dari pemilik PT agar kiranya mengganti kerugian. “Kita sita sebagai jaminan,”tambah Nasrul.
Untungnya pemilik kendaraan diketahui bernama Suhandi warga Kelurahan Gunung Ibul, yang juga menerima infomasi tersebut langsung menuju kelapangan. “Dia (Suhandi,red) tadi juga sudah datang, dan langsung bersedia ganti rugi dengan membuat surat pernyataan,” jelasnya.
Adapun dalam perjanjian tersebut jelas Nasrul, perbaikan harus selesai paling lambat selama 14 hari. “Karena jika tidak cepat kondisi dilapangan gelap, dengan perjanjian itu jadi alat berat itu 14 hari kita jadikan jaminan. Jika selesai boleh diambil,” imbuhnya.
Disampaikan Nasrul langka tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera, terhadap pelaku yang menabrak aset milik pemerintah salah satunya lampu penerangan. “Selama ini terkadang tidak diketahui yang menabrak karena berhasil kabur,”tukasnya.
Ketua Lembaga Pemantau Penyelamat Aset Daerah Mulwadi, menyamapaikan memang sudah seharusnya pemkot bersikap tegas. Sebab bukan sekali ini aset milik pemerintah rusak yang diakibatkan oleh kendaraan yang melintas. “Khsusnya kendaraan angkutan berat, ini sering terjadi, baik median atau lampu. Ini memang perlu utuk efek jera kalau tidak ada niat baik ya harusnya dibawa ke jalur hukum,” pungkasnya.(05)

News Feed