oleh

Sulap Botol Bekas jadi Mobil-mobilan

-Kecamatan-45 views

SINAR RAMBANG – Bahagia tak perlu mewah dan mahal, itulah prinsip anak-anak di Sinar Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT).

Dan berbeda dengan anak usia 10 tahunan, yang biasa meminta untuk dibelikan mainan oleh orang tuanya. Anak-anak Desa Sinar ini memilih berkreativitas dengan membuat mainan sendiri.

Ranu, Bagus dan anak-anak Desa Sinar Rambang menyulap botol bekas jadi mobil-mobilan. Mobil mainan itu dirakit dengan memanfaatkan botol oli bekas.“Kan sudah lamo di rumah bae, jadi bosan. Jadi buat mainan mobil-mobilan,” kata Ranu.

Siswa kelas 3 SD ini, mengatakan ia bersama anak-anak lainnya tak ingin memrepotkan orang tua dengan meminta mainan baru. “Nak meli pusean dek ngatek duet, minte kebapang dang suntok diket pulean nimbang getah. Jadi buat diwek,” tuturnya dengan bahasa Rambang.

Menurut Ranu, bermain bersama teman-teman di lapangan bola dengan mainan hasil buatan sendiri cukup menghibur. Bahkan menurutnya, rasa bosan di rumah saja selama 3 bulan karena covid-19 mulai terobati. “Lumayan main puas jugo. Tapi dak biso lamo dak boleh dekat-dekat nian, harus jago jarak. Kalau lamo  disuruh balek, disuruh cuci tangan mandi,” ujar Ranu.

Bagus menambahkan, botol oli bekas didapat dari bengkel yang ada di desa. “Kami minta, terus kalau rodanya itu dari sendal,” ucapnya.

Kepala Desa Sinar Rambang Indarqo, mengaku bangga dengan kreativitas anak-anak di desanya. “Kebanyakan, anak-anak seumuran mereka itu maen hape. Kalaupun main, minta orang tua belikan mainan. Dan mereka tidak, mainan buat sendiri,” kata Indarqo.

Indarqo menuturkan, kehidupan di desa memang secara tidak langsung mendidik anak untuk lebih mandiri dan prihatin. “Alhamdulillah, anak-anak lebih prihatin dan peduli dengan kondisi keluarga. Anak perempuan di desa biasanya membantu orang tua mencuci piring pakaian di Sungai rame-rame. Tidak disuruh tapi mereka yang membantu, apalagi di desa orang tua mereka itu kalau pagi berkebun,” ungkapnya.

Nah, terkait kreatifitas anak-anak. Indarqo berencana untuk mengadakan kompetisi modifikasi mobil dari barang bekas bila kondisi memungkinkan. “Khusus anak-anak, mungkin pas acara HUT Desa atau 17 nanti. Masih kita pikirkan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Indarqo menyampaikan dalam setiap kegiatan 17 Agustus ataupun HUT desa pihaknya selalu mengadakan perlombaan permainan tradisonal. “Dengan tujuan melestarikan budaya lokal, banyak anak jaman sekarang tidak tau lagi dengan permainan tradisonal. Di desa permainan tradisonal selalu kita adakan,” tukasnya.(08)

 

Komentar

News Feed