oleh

Sudah Empat Bulan Terbaring

-Metropolis-372 views

Alami Tumor Sejak Terbentur di Tangga Sekolah

PRABUMULIH – Sungguh malang nasib Valentine, gadis remaja 15 tahun ini hanya terbaring lemah sejak 4 bulan lalu.

Anak pasangan M Nurdiansyah Manuel (57) dan Muryati (53) warga jalan Anggrek RT 3 RW 3 Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat ini, menderita tumor dibagian lutut kiri.

Jangankan untuk jalan, untuk duduk berdiri, makan sendiri serta bergerak sedikit saja kaki Valentine  yang membengkak akan merasakan sakit yang teramat sangat.

Tak hanya merasakan sakit, akibat tumor yang diderita tubuh gadis yang akrab disapa Valen ini menjadi kurus, dan lemah.

Meski terbaring, namun Valen sedikit menceritakan awal mula hingga dirinya menderita dan dinyatakan tumor oleh dokter. Awalnya, ia hanya terjatuh biasa di sekolah swasta, saat masih duduk kelas III SMP pada bulan 12 tahun 2019.

“Awalnya jatuh tersandung biasa. Awal campak sudah bilang samo mama. Januari nyampak ditempat yang samo, tapi belum sakit cumo menyut-menyut, ” tuturnya dengan terbata-bata.

Sambil menahan sakit, Valen terus berupaya mengumpulkan tenaga untuk tetap bisa berbicara. Kepada Prabumulih Pos, bungsu dari enam bersaudara ini berkeinginan untuk segera sembuh. “Sekarang sudah drop, pengen sehat lagi,” ucapnya.

Kesedihan di raut wajah dan matanya kian terlihat, saat ia merasakan rindu untuk sekolah. “Pengen sekolah, pengen daftar di SMK Pratiwi disano ado abang (keponakannya yang juga sekolah di Pratiwi),” terangnya seraya mengaku sebelum terjatuh sama sekali tak pernah merasakan sakit dibagian lutut kiri.

Ibu Valen Muryati menambahkan, Valen terjatuh dan terbentur di tangga sekolah saat hendak mengambil nilai pelajaran olahraga. Setelah menerima laporan dari anaknya, Muryati berinisiatif membawa putri kesayangnnya untuk berurut. “Tapi pas didengkul itu dak keno urut,” imbuhnya sembari mengatakan dengkul Valen mulai membengkak sejak bulan Januari.

Meski sudah mulai membengkak, namun hingga sampai bulan Maret Valen masih bisa berjalan.

Sementara pihak keluarga tak pernah diam, sejumlah upaya dan tindakan dilakukan mulai dari periksa ke dokter tulang, operasi dan kemo untuk kesembuhan Valen, meski sempat tertunda karena terkendala dana dan situasi pandemi corona. “Disedot sudah, operasi sudah 1 kali itu bulan 4, terus kemo sudah 3 kali itupun yang ke 3 ibu paksa karena dio dak galak sudah drop. Pernah tertunda jugo berobat oleh korona, kami takut nak ke Palembang terus jugo ngumpuli duit 600 ribu dulu. Itupun susah nian kami,” terangnya.

Muryati mengaku sempat tak percaya, saat mendengar penjelasan dokter bila anaknya menderita tumor. “Dak nyangko nian, cumo nyampak tumor apolagi kami dak pernah-pernah ado keluargo cak itu. Rasonyo hancur nian, cakmano anak kami,” keluhnya.

Keluarga ungkap Muryati akan terus berupaya. Hanya saja sering terkendala dana. Apalagi sejak awal pengobatan hingga terus berobat jalan, keluarga sudah mengeluarkan dana yang cukup besar.

Sementara sehari-hari Muryati hanya IRT biasa, sedangkan suaminya hanya sopir serep angkutan sawit. “Obat mahal, terakhir beli 3 jutaan. Itupun dari keluarga anak anak, dan ibu masih terhutang untuk obat itu. Ibu sudah bingung nak cakmano lagi, kasian anak ibu. Kalau bapak itu sudah beberapo minggu ini dak begawe sawit katek, men bulan ini katek nian pemasukan,” ujar Maryati yang sempat menahan tangis namun akhirnya tangisnya pecah.

Beruntung kata dia, tetangga dan pihak sekolah terutama guru dan teman-teman Valen masih memberikan semangat agar Valen segera sembuh. “Kalau tetangga Alhamdulillah banyak bantu, sering datang. Teman dan guru-guru jugo perhatian. Cuma kepala sekolah yang idak,” bebernya.

Dengan kondisi keluarga yang kesulitan ekonomi, keluarga berharap ada bantuan dari pemerintah ataupun para donatur. “Untuk obat kami kadang harus jual barang, apolagi idak begawe cak ini,” tukas Muryati.

Sementara kemarin, Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui tim PSC 119 langsung menindaklanjuti laporan dari warga atas kondisi Valen.

Kadinkes dr H Happy Tedjo S MPh melalui koordinator PSC Hj Suci Lestari AMKep SKm menuturkan Valen menderita lemas karena sudah menjalani kemterapi 3 kali. “Efeknya lemas dan tidak nafsu makan, pasien dipasang infus, obatnya diteruskan dengan obat lama. Dan sudah kami teruskan ke home care Puskesmas Barat,” pungkasnya. (08)

Komentar

News Feed