oleh

Study Banding Santunan Kematian, DPRD Muba Kunjungi Pemkot

PRABUMULIH – Kesekian kalinya, Anggota DPRD Musi Banyuasin (Muba) untuk study banding mengenai keberhasilan program yang dijalankan Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih.

Kali ini, giliran Komisi I DPRD Muba dikomandoi Wakil Ketua II DPRD Muba, Sugando dan Ketua Komisi I DPRD Muba, Suparman Syamsul Bahri datang ke Pemkot, untuk belajar program santunan kematian yang dijalankan Pemkot Prabumulih sebelumnya.

Asisten I Pemkot Prabumulih, Drs H Asymuni Hambali MPdI menuturkan, kalau progrom yang dijalankan Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dan Wakil Walikota (Wakwako), H Andriansyah Fikri SH merupakan kebutuhan masyarakat Prabumulih.

Termasuk, akunya program santunan kematian yang dijalankan sejak 2007 hingga 2010 silam. “Program yang dijalankan, sebagai solusi untuk pengentasan kemiskinan di kota ini,” sebut Asymuni ketika menerima kunjungan kerja (Kunker) Komisi I DPRD Muba, Kamis (21/2).

Kata Mantan Kankemenag Prabumulih ini, program bedah rumah dari zakat PNS. Bukan hanya itu saja, rumah yang dibangun dipasangi listrik dan diberikan sertifikat secara gratis.

“Meski tidak menjalankan santuan kematian, kita tetap bisa berbagi program yang pernah di jalankan tersebut. Tidak ada pekerjaan, warga miskin juga diberikan pelatihan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Muba, Sugando mengatakan, kalau study banding ini untuk belajar mekanisme pemberian santunan kematian bagi warga miskin yang telah dilakukan Pemkot.

“Setidaknya, study banding ini bisa memberikan gambaran bagi Pemkab, untuk penerapanya di Muba. Apalagi, santunan kematian bagi warga miskin sangat bermanfaat dalam rangka pengentasan kemiskinan,” akunya.

Sebutnya, hasil dari Prabumulih ini bisa disharing ke Pemkab Muba, sebagai salah satu program unggulan. Dan, manfaatnya akan dirasakan masyarakat Muba.

“Kita belajar, untuk menjadi bekal,” tambah Ketua Komisi I DPRD Muba, Suparman Syamsul Bahri.

Lanjutnya, program ini bisa menjadi inspirasi Kabupaten Muba dalam penuntasan kemiskinan. Makanya, perlu data dan diharapkan bantuannya.

“Santunan kematian, meski tidak ada lagi bisa tetap memberikan masukan,” jelasnya. (03)

News Feed