oleh

Stop Caci Maki, Ajak Jadikan Pelajaran

PRABUMULIH – Kasus perselingkuhan yang dilakukan Yebi Abmi Efimi (37), Harga  Jalan Kerinci Perum Vina Sejahtera 2 Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur hingga menyebabkan suaminya, Riva Eka Saputra (42) membunuh Aprio Hananda (34), Warga Jalan Tangkupan Perahu Perumahan Guru Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur mendapat perharian ketua IKADI Prabumulih.

Kasus tersebut hendaknya menjadi pembelajaran berharga kepada semuanya, kalau selingkuh merupakan bagian dari perbuatan zina. Sementara perbuatan zina sangat dilarang dalam agama, karena membawa kemudaratan.

“Di dalam Al Quran surat Al Isro ayat 32 dijelaskan bahwa kita semua disuruh untuk menjauhi  segala perbuatan yang mendekati zina, diantaranya berpacaran, laki dan perempuan yang bukan muhrim berduaan di tempat yang sepi (khalwat). Termasuk di dalamnya menjalin hubungan spesial. Ini akan membawa kemudoratan, bagi dirinya sendiri, keluarga dan lainnya,” ungkap Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), M Mufid MPdI kepada awak media, Senin (30/11/2020).

Sebagai contoh kata dia, kasus pembunuhan tengah heboh di Prabumulih akibat selingkuh. Suami masuk penjara, selingkuhan meninggal dunia. Keluarga hancur, dan anak terlantar.

“Kalau nasi sudah menjadi bubur, tinggal penyesalan. Ini menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Stop mencaci maki terhadap pelaku. Tidak ada manfaatnya. Ambil hikmahnya. Jangan dekati segala perbuatan yang mendekati zina.” pesannya.

Sambungnya, dalam agama islam namanya membunuh bukan solusi terbaik. Jangan terbawa nafsu dan emosi, masih ada solusi yang lebih baik. “Ikuti ajaran Islam, cintai keluarga hingga terhindar dari hal-hal menyalahi aturan dan larangan agama. Bersyukur, cinta pasangan. Terima kekurangan satu sama lain, godaan tidak hanya untuk rezeki sempit tetapi juga rezeki lebih,” bebernya.

Ungkapnya, sudah janji Allah SWT menyerukan kepada umatnya untuk selalu bersyukur. Karena, jika tidak bersyukur tunggu azab muncul. “Tidak bersyukur, sungguh azabnya sangat pedih. Makanya, kita ajak seluruh umat islam tak henti-hentinya bersyukur atas rezeki didapat. Dan, tidak lupa bersedekah salah satu bentuk syukur. Jika diberikan rezeki melimpah,” ujarnya.

Senada juga dibenarkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag), Drs H Yeri Taswin MPdI, menghindari zina dan selingkuh memperkuat bangunan rumah tangga. Saling percaya satu sama lain, tetap berpedoman pada nilai agama. “Rumah tangga bagian dari ibadah, harus dibangunkan dengan pondasi yang kuat. Bukan sekedar formalitas bertemu lelaki dan perempuan. Saling percaya dan saling menjaga,” bebernya.

Kejadian ini, pesannya harus dijadikan pelajaran bagi umat islam. Khususnya, untuk saling setia dan juga bersyukur kepada Allah SWT.

“Harus dimaknai pertemuan perempuan dan laki-laki, karena kehendak Allah SWT. Sehingga, amanat diberikan harus dijaga. Apalagi, sudah diberikan anak serta wajib dipelihara,” tukasnya.

Ditegaskannya, kalau selingkuh ini bagian dari zina. Apalagi, sudah jelas zina itu dilarang dan hukumannya berat. “Makanya, harus dihindari dan dijauhi,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed