oleh

Stop Buang Sampah di Sungai

-Kecamatan-72 views

PRABUMULIH – Kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah di sungai Kelekar diminta untuk dihentikan. Seruan itu disampaikan oleh Lurah Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan Inggit Damayanti SE disela-sela pertemuan bersama RT, RW dan Camat serta Babinkamtibmas di Kantor Lurah Kamis (29/8). “Kebiasaan masyarakat yang seperti ini harus dirubah, kami tidak ingin lagi nanti ada warga yang membuang sampah disungai. Dan terkadang bukan warga Majasari saja yang membuang, warga luar juga ada,” kata Inggit.

Dalam waktu dekat kata dia, pihaknya akan mengajak masyarakat yang tinggal dibantaran sungai kelekar untuk membersihkan sungai. “Kita akan bergotong rotong Sabtu ini, ini langkah awal kami. Supaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan,” jelasnya. Selain itu ungkapnya, diperlukan tong sampah serta motor sampah untuk mengangkut sampah warga yang ada di wilayah Majasari khususnya yang tinggal disungai kelekar. “Untuk motor idealnya memang tiap RW 1 motor sampah, ini sedang kami ajukan. Termasuk tong sampah,” tuturnya.

Sementara itu Camat Prabumulih Selatan Sukarno SH, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut juga menuturkan, pemasangan plang larangan membuang sampah juga harus dipasang. “Memang sulit merubah kebiasaan tapi berlahan bisa asalkan ada kemauan dari masyarakat,” ungkapnya. Nah, disinggung terkait ikan-ikan yang mati di sungai kelekar? Menurut Sukarno kejadian tersebut bukanlah yang pertama kalinya. Namun, tentu saja tak bisa langsung disimpulkan penyebab matinya ikan-ikan di sungai kelekar.

“Selain masalah sampah ikan mati juga menjadi pembahasan dalam rapat di kelurahan, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lurah dan RT RW. Penyebab kita tak bisa menduga, yang jelas sosialisasi larangan meracun ikan terus disampaikan kemasyarakat,” jelasnya. Sementara itu Kepala DLH Ir Dwi K melalui Hari Wahyudi mengungkapkan, hasil dari uji sampel yang sudah dilakukan akan keluar beberapa hari kedepan. “Biasanya 1 minggu, tidak langsung keluar jadi masih harus menunggu,” imbuhnya.

Masih lanjut dia, pencemaran air sungai kelekar tak hanya dikarenakan akibat sampah. Namun juga keberadaan limbah. “Itulah sebetulnya diwilayah RW 4 itu sudah ada Ipal, sehingga harusnya limbah seperti dari pabrik tahu dibuang ke Ipal tidak langsung kesungai,” tukasnya. Sementara itu, usai menggelar rapat kemarin tim DLH, Kelurahan dan Kepolisian meninjau lokasi sungai kelekar yang sebelumnya dipenuhi bangkai ikan. Dalam kesempatan itu, tim DLH mengambil sambel air sungai kelekar, untuk dibawa ke lab DLH yang ada di Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai.(08)

Komentar

News Feed