oleh

Spanduk Doakan Dicabut Nyawa Dilokasi TPS Liar

PRABUMULIH – Ada pemandangan menarik di Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, Sebuah spanduk yang mendoakan agar Allah mencabut nyawa orang yang membuang sampah dikawasan TPS liar.
Tak diketahui pasti siapa yang memasang spanduk berupa doa tersebut, hanya saja meski sudah tertulis jelas nyatanya masih ada saja oknum yang membuang sampah ditempat tersebut.
Riyan salah satu warga menuturkan, meski masih ada yang membuang sampah namun spanduk tersebut dinilai cukup ampuh untuk mengurangi sampah yang menumpuk. “Dulu banyak, tapi sejak ado spanduk itu berkurang. Kalau kami antara setuju dan lucu jingok tulisan itu,” kata Riyan.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Toni Syalfriansyah SH dikonfirmasi terkait keberadaan spanduk tersebut enggan berkomentar. Hanya saja dirinya menyampaikan, keberadaan spanduk tersebut sebagai salah satu ungkapan kekesalan masyarakat terhadap oknum yang tak peduli terhadap lingkungan. “No comentlah, tapi itu ada karena memang masyarakat kesal,” ucapnya singkat.
Sementara itu aktivis lingkungan Desti Fajarini ST mengungkapkan, spanduk bertuliskan permintaan doa tersebut, sebagai ungkapan bentuk rasa kesal warga atas kebiasaan oknum membuang sampah tidak pada tempatnya.
“Itu menandakan siapapun tidak suka dengan sampah, apalagi tempat yang bukan tempat dibuangi sampah,” bebernya.
Memang lanjut Desti, untuk mengubah kebiasaan masyarakat dan mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan tidaklah mudah. “Tidak cukup spanduk dan himbauan tanpa solusi,” cetusnya.
Perlu ada upaya edukasi bersama dilakukan oleh semua pihak, mulai dari pemeritahan paling atas hingga terendah. “Perlu kerja yang ekstra dari semua perangkat mulai dari dinas terkait, kelurahan, tokoh masyarakat dan RT untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk peduli dan sadar lingkungan,” paparnya.
Selain edukasi, kemudian perlunya sarana yang memadai serta penegakan disiplin yang ketat menurut Desti juga perlu diberlakukan. “Terpenting adalah penegakan disiplin yang ketat, ketat disini artinya secara berkelanjutan, yang kemudian akan ada reward bagi yang patuh dan hukuman bagi yang melanggar,” sarannya.
Seperti kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah diluar TPS, menurut Desti hal itu lantaran masih minimnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat. “Padahal sarana sudah disiapkan, tapi tetap dibuang diluar inilah yang perlu diberikan edukasi tata cara yang benar,” ucapnya.
Nah, dirinya menambahkan sejauh ini sejumlah upaya untuk mempertahankan kebersihan lingkungan, dan mengajak masyarakat peduli sudah dilakukan. “Terbaru yakni program lomba kebersihan RT, besar harapan kita agar lomba tersebut semakin menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan,” tukasnya.
Pantauan koran ini, tak hanya di kawasan jembatan padat karya, dijalan lingkar spanduk tersebut juga dipasang. (05)

SPANDUK: Spanduk dipasang di jalan padat karya di tempat yang dijadikan warga membuang sampah sembarangan.
Photo: ros/prabupos

News Feed