oleh

Sosok Mela Paslentia Dosen Sekaligus Desainer Muda. Langganan Majalah Fashion Sejak TK

Meraih sukses dimasa muda tentu menjadi impian semua orang. Dan impian itu diwujudkan oleh Mela Paslentia SST MKes. Ia berhasil meraih sukses sebagai desainer muda sekaligus salah satu dosen. Berikut kisahnya.

ROS DIANA – PRABUMULIH

LAHIR 17 Juli 1990 Mela Paslentia SST MKes adalah salah satu wanita karier yang patut diperhitungkan di Kota Prabumulih. Cita-citanya sejak kecil menjadi desainer terwujud, meski saat ini ia merupakan dosen tetap disalah satu Akademi Kebidanan di Kota Prabumulih.

Sejak usia kanak-kanak, istri dari Ade Kurniawan ini sudah berlangganan dengan majalah fashion. Awalnya ia dikenalkan majalah fashion oleh kedua orang tuanya yang merupakan Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Jadi kecil itu bukannya dibelikan mainan atau boneka, kalau pulang atau belanja ayah ibu itu bawanya majalah fashion. Mela kecil juga memang sudah suka itu, tontonan juga lebih banyak ke fashion desainer. Jadi kecil itu suka gambar-gambar rancang pakaian,” kata Mela.

Bakat Mela didunia fashion ternyata menular dari sang ibu, yang memiliki usaha sampingan menjahit. “Ibu kalau di rumah itu sangat kreatif bisa jahit, banyak pesanan jahit termasuk pakaian kebaya,” ujar pengurus dan anggota IPEMI Prabumulih termuda ini.

Bakat pertama Mela dalam mendesain pakaian ia wujudkan sejak duduk dibangku SMP. Sementara mulai berani mengikuti perlombaan fashion dan model saat SMA. “SMA dulu ikut lomba model, gaun pesta buat desain sendiri dan ternyata menang itu tahun 2010,” kenangnya.

Tamat SMA, Mela berkeinginan melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah dengan mengambil jurusan desain. “Tapi ibu tak merestui, karenakan itu jauh. Katanya belajar dirumah saja, kan ibu bisa jahit,” ucapnya.

Akhirnya Mela memilih untuk kuliah di jurusan kebidanan. Namun, keinginannya untuk menjadi desainer tetap tak surut. Bahkan dibangku kuliahlah kariernya kian cemerlang.

“Tahun 2014 itu ada teman ingin dibuatkan baju, gaun pesta. Dan setelah didesain dan dijahit sendiri teman puas. Akhirnya dipromosiin sama teman, banyak yang tertarik, lalu kita berfikir promosi juga di media sosial melalui IG,” kenangnya.

Karena banyak tawaran desain sekaligus jahit, akhirnya Mela memutuskan untuk membuka butik Tobelicious. “Banyak yang mempercayakan kami untuk membuat pakian pesta, wisuda, akad nikah lamaran ataupun lebaran,” ungkapnya seraya menuturkan nama Tobelicious terinspirasi dari nama Stroberi yang merupakan buah favorit Mela sejak kecil.

Karena banyaknya tawaran, Mela dan sang ibu sering menolak permintaan menjahit. Apalagi, dalam mendesain hanya dikerjakan oleh Mela. Sementara menjahit oleh dirinya dan ibunya. “Tidak ada karyawan, hanya Mela dan ibu saja,” ucapnya mengaku kostumer hingga sampai Kalimantan dan Bandung, termasuk sejumlah pejabat Prabumulih hingga Kabupaten Kota yang ada di Sumatera Selatan.

Alasan tak merekrut karyawan ungkap Mela, untuk memuaskan costumer. “Hasil jahitan sering beda kalau banyak karyawan, Kita tidak mau kostumer kecewa. Hanya paling kita minta orang lain kalau harus pasang manik manik saja,” tukasnya.

Selain desain pribadi, Mela juga dilibatkan dalam sejumlah acara salah satunya saat pemilihan Bujang Gadis Prabumulih (BGP) 2019. Penyelenggara mempercayakan Mela sebagai perancang gaun untuk kontestan 10 besar. “Itu suatu kebanggaan bagi Mela, gaun malam final BGP dari kami,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed