oleh

Sopir Kabur, Tinggalkan Mobil Terparkir

-Metropolis-21 views

// Mobil Pengangkut Alat Berat, Nyangkut di Gerbang Kota

PRABUMULIH – Sebuah mobil pengangkut alat berat berwarna hijau bernopol BM 9160 TG, tampak terparkir di pinggir jalan di sebelah media jalan usai nyangkut atau menabrak Gerbang Kota, Jumat pagi (16/10/2020).

Informasi di lokasi kejadian, mobil tersebut nyangkut setelah berjalan dari arah Palembang hendak masuk ke Prabumulih. Namun diduga, supir salah perhitungan. Ketinggian, alat berat dibawah jauh diatas tinggi Gerbang Kota hingga akhirnya nyangkut. Kejadian itu, terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.

Belakangan hanya mobil dan angkutan berat saja ada di lokasi kejadian usia menabrak. Sementara itu, sopir tidak ada di tempat diduga kabur.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Martodi HS SH MM mengatakan, kalau telah mengimbau, seluruh angkutan berat melintas lewat Jalan Lingkar Timur (Jalingtim).

“Namun pada kenyataannya banyak yang melanggar, karena batas ketinggian angkutan melebihi Gerbang Kota akhirnya yang nyangkut,” ujar Martodi kepada awak media, Jumat.

Padahal, kata dia, Pemerintah kota (Pemkot) telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) No 61/2009. “Sudah jelas dan gamblang Perwako itu, seluruh angkutan berat wajib lewat Jalingtim. Tidak ada alasan lagi, Jalingtim sudah bagus. Kejadian ini, bukan kali pertama dan kerap kali terjadi jika angkutan berat tingginya melebihi Gerbang Kota,” sebut Mantan Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Ungkapnya, sopir keterangan dari pihak kepolisian entah kemana hanya meninggalkan mobilnya di samping median jalan. “Informasi kita terima sopirnya kabur, kerusakan ini menjadi tanggung jawab sopir karena telah merusak fasilitas milik Pemkot,” tukasnya.

Kejadian ini, juga membuat Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM geram. Hingga akhirnya, meminta petugas Dishub menempel ban mobil tersebut.

“Sengaja kita minta petugas kempesi bannya, agar masyarakat tahu kalau mobil seperti itulah perusak fasilitas Pemkot. Juga, kita minta agar jangan diangkat,” tukas suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Ia mengimbau, Prabumulih bukan hanya milik Ridho Yahya sendiri tetapi punya semua warga Prabumulih. “Semalam baru kita pasang lampu, karena mobil angkutan nyangkut dan merusaknya. Kapan Prabumulih, mau bagus kalu kejadian itu terus terjadi. Kemarin pot hancur, kini Gerbang Kota. Kita mengajak seluruh masyarakat, untuk menjaga fasilitas telah dibangun dengan uang masyarakat tersebut,” pungkas adik Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel).

Tambahnya, jangan jalan rusak karena mobil angkutan berat menyalahkan Pemkot. “Warga menanami pisang, di masukan ke koran. Menuduh Pemkot tidak memperbaiki dan memperhatikan hal itu, kalau rusak terus. Kapan Prabumulih mau bagus,” beber ayah tiga anak ini. (03)

 

Komentar

News Feed