oleh

SMPN 10 Sekolah Model Tahun 2019

PRABUMULIH – SMPN 10 Prabumulih tahun ini terpilih sebagai sekolah model tahun 2019. Selain SMPN 10, juga SMPN 5, 6, 7,9 serta SDN 5, 48 juga SMAN 7 gelombang 1. Sekolah model atau sekolah binaan yg berada dibawah pengawasan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Prov Sumsel berlaku bagi sekolah yang belum memenuhi nilai SNP dalam menerapkan Standar Pelayanan Mutu Pendidikan Internal (SPMI).

Menurut Kepala sekolah SMPN 10 Prabumulih, M Thamrin SPd MSi, sekolah model dipilih dari beberapa sekolah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk dibina oleh LPMP agar dapat membenahi raport mutu sekolah mereka sebagai upaya untuk memenuhi SNP. Pembinaan oleh LPMP dilakukan hingga sekolah mampu melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dalam arti niali raport mutu mencapai standar yg ditentukan.

Ia menyampaikan seiring sekolah model dijadikan sebagai sekolah percontohan bagi sekolah lain, yang akan membenahi raport mutunya sampai mencapai standar mutu pendidikan yg sesuai. Oleh sebab itu sekolah model juga memiliki tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik maupun teori dari progra penjmin mutu yg telah dilaksanankan sekolah model kepada lima sekolah di sekitarnya, sekolah yang diimbaskan ini selanjutnya disebut dengan sekolah imbas. Untuk SMPN 10 merkewajiban mengimbaskan ke SMP Muhammadiyah, SMP YB. SMP IT Islahul Ummah, SMP I Istiqomah dan SD IT Islahul ummah.

Adapun kriteria sekolah model, diantaranya memiliki dukungan dari Pemerintah, dan adanya komitmen dari seluruh komponen yang ada di sekolah untuk mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan pengembangan sekolah model. Sekolah yg belum mencapai standar nasional pendidikan (SNP). “meski pun Sekolah kita sudah mencapai nilai akreditasi ” A ” namun ada beberapa nilai raport yg masih kurang antara lain kurangny nilai pada sarana RKB jmlh siswa tak sesuai dgn RKB yg ada serta beberapa point lainnya yg dpt dilihat dari nilai raport dapodik,”beber Thamrin.

Sementara Waka Kurikulum SMPN 10, Mardiana SSi MSi, menambahkan, Saat ini panitia sekolau model (Sekmod), disekolah sudah mulai melaksankaan telaah atau analisis nilai raport yg kurang serta melakukan pemetaan lanjut menyusun RTL dan sekarang sudah tahap melaksanakan RTL ( Rencana Tindak Lanjut) , pemetaan dan penyusunan rencana pemenuhan mutu yang bertujuan untuk menentukan program dan kegiatan peningkatan mutu sekolah berdasarkan hasil analisis raport mutu.

Menurutnya, Didalam RTL telah diprogramkan 2 kegiatan yang juga bertujuan untuk membantu guru untuk memahami prosedur penilaian outentik dan menyusun instrumen penilaian sikap dan keterampilan. Serta membantu guru dalam men implementasikan konsep pembelajaran, penempatan serta fungsi pembelajaran yang mengandung Hots (Higher Order Thinking Skill ) yg bertujuan mengarahkan siswa u berpikir lebih kritis dan kreatif dalam memahami dan memecahkan masalah serta penanaman Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) serta pemahaman dan peng implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

“Dalam pelaksanaan dan penerapannya melibatkan seluruh warga sekolah termasuk komite sekolah serta sekolah imbas dari sekmod SMPN 10. Pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota prabumulih sangat mensupport program ini oleh sebab itu kami mohon dukungan serta doa dari semua pihak agar sekolah kami bisa menjadi atau pantas disebut sebagai sekolah Model dan dapat mengimbas ilmu2 yg berguna ke sekolah imbas,”tambah wanita yang akrab disapa Ibun Aan ini.(05)

Komentar

News Feed