oleh

SMPN 1 Prabumulih Peringati Hari Pahlawan

#Tanamkan Jiwa Patriotisme pada Siswa Dihari Pahlawan

SMPN 1 Prabumulih tanamkan jiwa patriotisme para siswa di sekolah, dengan memperingati peristiwa 10 November , yang dijadikan sebagai hari Pahlawan. Beberapa siswa yang merupakan pengurus organisasi datangke sekolah untuk mengikuti upara peringatan hari pahlawan.

Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Riantini SPd MM saat dikonfirmasi koran ini Rabu (11/11/2020) mengatakan bahwa semangat para pejuang yang berhasil merebutkan kemerdekaan Indonesia merupakan  sikap yang bisa menjadi teladan dari para pahlawan.

Suasana Pelaksanaan Upacara Bendera peringatan Hari Pahlawan di SMPN 1 Prabumulih

Para pahlawan tidak hanya mencucurkan keringat tetapi juga dengan segenap jiwa mereka untuk kemerdekaan Indonesia. Namun mereka tetap teguh berjuang membela negara dan mempertahankan prinsip mereka.

“Tentunya yaitu Sikap pantang menyerah, tahan uji, bersatu, rela berkorban, dan semangat nasionalisme dengan cinta tanah air Indonesia. Sikap-sikap para pahlawan itu harus kembali kita tanamkan pada diri kita termasuk pada diri anak-anak sejak dini,” jelas wanita yang baru saja dilantik sebagai Ketua Kwartir Ranting gerakan Pramuka Kecamatan Prabumulih utara ini.

Naikkan bendera saat Upacara Bendera peringatan Hari Pahlawan

Wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 2 Prabumulih ini, mengatakan bahwa saat ini para siswa tidak lagi mengangkat senjata untuk berperang.  Namun sebagai pahlawan masa kini,para pelajar cukup dengan membawa nama baik sekolah dan meningkatkan prestasim baik di bidang akademik maupun non akademik.

“Kita sebagai generasi muda, harus tangguh seperti Pahlawan kita yang tangguh untuk menggapai cita cita mereka. Begitu juga kita yang harus memetik nilai-nilai kepahlawanan dan jiwa nasionalisme sebagai pelajar. Hal ini kita tanamkan para diri siswa sejak dini,” bebernya.

Ibu dua anak ini mengatakan, dimasa pandemi seperti saat ini, semua orang adalah pahlawan. Yang sama sama berjuang melawan virus corona, terutam para guru dan siswa yang sama sama berjuang, tetap harus melaksanaan kegiatan belajar mengajar tanpa bertemu muka. “Dan hal ini juga merupakan pejuang yang harus memiliki jiwa pantang menyerah tanpa bosen demi menggapai masa depan lebih baik,” tandasnya.(05)

 

Komentar

News Feed