oleh

SMP YPS Menuju Sekolah Adiwiyata Mandala

PRABUMULIH – SMP YPS Kota Prabumulih menuju status Sekolah adiwiyata Mandala Tingkat Kota Prabumulih. Upaya ini terus dilakukan, diantaranya dengan melakukan sosialisasi tentang penanggulangan sampah plastik dilingkungan sekolah. karena selama ini Jenis sampah yang satu ini terbilang sulit, karena itu upaya yang harus dilakukan adalah memulai dengan pemilahan.

“Sampah plastik itu termasuk salah satu jenis sampah yang pemusnahannya sangat sulit. Untuk itu kita perlu mengetahui dari orang yang memang membidanginya bagaimana cara menanggulanginya karena sampah merupakan salah satu jenis yang paling banyak dihasilkan di sekolah,”Kata Kepala Sekolah SMP YPS Prabumulih, A Fikri SPd Rabu (31/7).

Fikri mengatakan untuk menuju ke sekolah adiwiyata tentunya banyak hal yang harus diperhatikan, sedangkan selama ini yang dilakukan aktivitasnya dititikberatkan pada menjaga kebersihan lingkungan sekolah serta perawatan taman yang ada di sekitar sekolah atau penghijauan.

“Insya Allah kalau memang dipercaya menjadi sekolah adiwiyata Mandala tingkat Kota Prabumulih kita akan tingkatkan aktivitas sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan,”bebernya.

Sementara Kabid penataan dan meningkatkan kapasitas lingkungan hidup, Hari Wahyudi SH MHum menjelaskan, Sekolah adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan di mana status sebagai sekolah adiwiyata tersebut bukan hanya tanggung jawab personal, melainkan merupakan tanggung jawab Seluruh warga sekolah harus peduli.

“Nah untuk menuju hal ini tentunya perlu partisipasi dari seluruh siswa, para dewan guru. Seluruh aspek kegiatan yang dilangsungkan di sekolah adiwiyata harus berbasis lingkungan hidup,”jelasnya yan Didampingi oleh Kasi Penaatan dan kapasitas lingkungan hidup, Ardi.

Lebih jauh ia mengatakan, Sebagai upaya pengelolaan daur ulang sampah Pengomposan sampah harus ada disekolah Adiwiyata. “Saat ini bank sampaj juga belum ada, untuk menuju sekolah Adiwiyata, SMP YPS harus ada bank sampah,”jelasnya.

Terpisah, Kabid pengelolaan sampah dan limbah berbahaya kota Prabumulih, Iwan Nusmareri menambahkan, sesuai Perwako no 23 tahun 2019 tentang pengurangan sampah plastik, pihaknya sudah Memfungsikan Pusat daur ulang (PDU) yang dalam satu bulan sudah mengumpulkan sebanyak 15 ton sampah yang tidak diterima di bank sampah induk

“Sampah yang tidak harganya seperti asoy, plastik kiloan sudah ada juga solusinya, makin hari semakin banyak sampah yang tidak bisa kita cegah, karena itu Kita hanya berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat Secara pelan pelan, minimal sampah antong asoy jangan dibuang, melainkan dikumpulkan di PDY,”tandasnya seraya mengatakan hal tersebut terbilang efektif.(05)

Komentar

News Feed