oleh

SMA PGRI Juara Vlog Bahaya Narkoba

PRABUMULIH – Hasil karya siswa SMA PGRI Prabumulih berhasil menjadi juara dalam lomba video vlo, dengan tema bahaya narkoba yang diselenggarakan oleh Pertamina EP asset 2 Kota Prabumulih Belum lama ini.

Tampak dalam video tersbeut siswa SMA PGRI Prabumulih menyampaikan pesan bahaya pengguna narkoba yang mengakibatkan diri seseorang menjadi sakit atas kehendak sendiri. Padahal sudah mengetahui bahaya narkoba.

Tegar Sanjaya, salah seorang siswa yang berperan dalam pembuatan blog saat dibincangi koran ini menuturkan, Pembuatan video hanya memakan waktu2 hari, dimana salam tau hari menyusun konsep dan pembuatan video memaksimalkan waktu dalam 1 hari.

“Kita hanya ada waktu dua hari sebelum pengiriman video ke panitian, dengan kerjasama dan konsultasi dengan Pembina OSIS, salam 1 hari kita hanya menyusun konsep dan 1 hari fokus perekaman. Sampai begadang untuk mendapatkan hal yang luar biasa,” jelasnya pria yang memang senang dunia visual sejak masuk SMA ini.
.
Diakuinya sebelum mengirim video yang sudah menjadi juara tersebut, pihaknay sempat bikin dua kali tag video, namun ada 1 video memakan waktu lebih banyak, karena dibikin seperti cerita pendek (cerpen), namun karena memakan waktu lebih lama dan kurang mengena para criteria video yang diminta oleh panitia yang okus pada Sinematografi, sehingga bikin video baru.

“Alhamdulillah hasilnya tidak menghianati proses yang kita lewati, kita bangga bisa muncul sebagai juara 1,” jelasnya yang didampingi Juli Ansani sebagai aktor, Dewa Arya dan Rizki sebagai tim kesibukan pembuatan video vlog.

Menurut Juli, siswa lainnya yang memerankan pecandu narkoba atau aktor dalam video vlog tersebut juga mengaku sempat pesimis, dengan lawan yang banyak, kamera hasil pinjem dengan teman dan banyak permalasahan lain. Apalagi saat merekaman sempat bingung mencari media sebagai narkoba yang akan digunakan.

“Dalam menyampaikan pesan melalui video vlog tersebut kami menggunakan obat anti alergi sebagai ekstasi, sempat bingung untuk menggunakan sabu menggunakan garam halus tapi ada CTM. Alhamdulillah dari sebanyak 100 peserta ada sebanyak 13 video yang masuk, namun modal cuma laptop untuk mengedit video, tapi Alhamdulillah hasilnya luar biasa. Hasil karya kami berhasil menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Kepala SMA PGRI Prabumulih ini berharap agar hasil karya mereka dapat menjadi motivasi untuk adik tingkat disekolah. Sehingga kedepan ada regenarasi dari siswa SMA PGRI untuk meraih prestasi di bidang visual.

“Prestasi yang sudah diraih harus dikembangkan, kalau bisa bisa dikembangkan bisa menjadi motivasi untuk adek-adek kelas sehingga prestasi sekolah tetap bergema dan image buruk sekolah swasta itu terlepas dari SMA PGRI Prabumulih,”harapnya.(05)

Komentar

News Feed