oleh

Sita Ribuan Potong Tahu Putih

#Bersama Ratusan Kilo Mie Kuning
PRABUMULIH – Tim Satgas Pangan dini hari kemarin (1/6) menyita ribuan potong tahu putih dan mie kuning yang diduga berformalin.
Tahu dan mie kuning itu disita saat hendak dibongkar muat di sekitar pasar tepatnya di sekitar masjid An Nuqoba oleh dua supir berbeda yakni Wahyudi (26) warga jalan Bukit Lebar 1 RT02 RW04 Kelurahan Majasari Prabumulih Selatan supir mobil jenis Daihatsu Grandmax pickup hitam nopol BG 9028 CF. Dari mobilnya disita sebanyak 3,500 tahu putih di dalam 35 buah ember plastik serta tujuh karung mie kuning seberat 330 kilogram.
Kemudian, dari mobil Daihatsu Grandmax pickup hitam nopol BE 9629 FG yang disupiri Ansori (38) warga jalan Telaga Suwidak lorong Rukun 2 RT20 RW07 Kelurahan 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 2, Palembang, petugas menyita 70 buah ember berisikan sekitar 7,000 potong tahu putih serta sebanyak empat karung mie kuning seberat 200 kilogram.
Hingga kemarin, barang bukti serta mobil yang pengangkut masih diamankan di Polres Prabumulih. Sementara Wahyudi dan Ansori masih menjalani pemeriksaan dengan status saksi.
Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasatreskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH membenarkan, berhasil diamankannya mie dan tahu berfomalin tersebut yang akan diedarkan di Pasar Inpres Prabumulih.
“Setelah kita menunggu di kawasan pasar itu dan dua mobil bermuatan tahu dan mie tiba, kita langsung memeriksa tahu dan mie dengan menggunakan alat test yang ternyata mengandung formalin, sehingga kita amankan,” ujar AKP Eryadi dibincangi, kemarin.
Menurut dia, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua orang supir mobil yang mengangkut tahun dan mie tersebut guna melakukan pengembangan kasus. Sehingga tidak terjadi atau ditemukannya kembali bahan makanan di pasar yang mengandung zat berbahaya tersebut.
“Sementara ini dua supir masih sebatas saksi dan masih kita mintai keterangan. Apabila untuk ancaman hukuman atas memasarkan tahu dan mie yang mengandung formalin ini siapapun dapat dijerat dengan Pasal 136 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman 5 tahun dan Pasal 110 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman 5 tahun penjara,” beber dia.
Sementara itu, Wahyudi dan Ansori, dua supir yang ikut diamankan petugas di Mapolres Prabumulih itu mengaku jika mie kuning dan tahu tersebut dibawa mereka dari salah satu pengusaha berinisial CA di Pasar Induk Jakabaring Palembang.
“Tahu dan Mie ini punyo Akok di pasar induk Jakabaring Palembang, ini juga pesanan dari untuk diserahkan ke Fajri di Prabumulih agar bisa dijual di Pasar Prabumulih. Selama ini juga seperti ini pak, yang memang kami sudah sering bawa tahu dan mie ini ke Prabumulih dari Palembang,” sebut keduanya seraya dirinya hanya sebatas menerima imbalan jasa angkutan sebesar Rp20 ribu per satuan embernya.
Dituturkan pula oleh Ansori, jika mie kuning dan tahu yang dibawanya itupun merupakan milik Agustina yang merupakan warga Telaga Suwidak Palembang yang akan diserahkan ke Ujang di Pasar Prabumulih. “Kalau mie dan tahu di mobil itu juga rencananya akan di pasarkan di Prabumulih pak, kami juga hanya sekedar ngangkutnya saja dan mendapat upah transportasinya saja pak,” tandasnya. (Mg03)

News Feed