oleh

Siswa Tak Lagi Ramaikan Sekolah

//Tatap Muka hanya 2 Jam

PRABUMULIH – Kurang lebih 3 semester lamanya, siswa tidak meramaikan lingkungan sekolah karena alasan untuk meminimalisir tingkat penularan dan memutuskan rantai penularan virus corona.

Namun pertemuan tatap muka secara terbatas di satuan pendidikan kini mulai dilakukan kembali dengan catatan pertemuan terbatas hanya maksimal 50%, dari jumlah siswa saat belajar pada masa normal sebelum corona. Itupun langsung pulang kerumah setelah menuntaskan kegiatan belajar selama dua jam disekolah.

Banyak orang tua kini yang mulai merindukan anaknya untuk belajar di sekolah, karena tidak sedikit pula orang tua yang mengeluh karena anaknya yang menerapkan pembelajaran dari jarak jauh itu tidak efektif bahkan lebih banyak main daripada belajar.

“Aku sangat berharap tahun ajaran baru ini mulai menerapkan pembelajaran secara tatap muka. Sebagai orang tua bekerja kami tentu tidak bisa maksimal juga untuk menjadi guru bagi anak-anak di rumah,” tutur orang tua Sandrina.

Waktu anak-anak yang lebih banyak memegang HP dan tidak banyak bersosialisasi bersama teman-teman, menurut wanita ini akan memberikan efek negatif karena kurangnya kepedulian anak terhadap lingkungan sekitar.

Orang tua siswa masih menganggap , bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat yang tepat untuk anak bersosialisasi dan menimba ilmu, serta membentuk karakter dan menggali potensi diri melalui kegiatan ekstra kurikuler.

Karena itu saat pertama kali tatap muka semenjak adanya korona wanita ini merasa sangat bahagia, melihat anaknya bisa bertemu dengan teman dan bisa menggunakan kembali seragam sekolah yang sudah 3 semester tidak pernah dipakai.

“Meski siswa hanya 2 jam di sekolah namun kita senang anak-anak bisa bertemu langsung dengan para gurunya untuk mentransfer ilmu,” harapnya. Hal yang dituturkan oleh Kepala Sekolah SDN 56 Prabumulih, Yuli Heryani SPd saat disambangi koran ini mengatakan bahwa pihaknya banyak menerima keluhan orang tua yang anak-anaknya sudah tidak bisa lagi memakai seragam sekolah efek dari lebih dari 1 tahun tidak sekolah karena berada pada masa pandemi.

“Bahkan sepatu dan baju sudah mulai kekecilan, marena terlalu nyaman di rumah selama lebih dari satu tahun lamanya. Badan makin subur,  dan seragam sekolah tidak pernah digunakan, harus mencari solusi sebelum masuk tahun ajaran baru,” jelasnya.

Ini wanita ini menyampaikan tahun ajaran baru pihaknya Insyaallah akan mulai menerapkan pembelajaran secara tatap muka terbatas, seperti pelaksanaan penilaian akhir semester. “Semua sarana protokol kesehatan sudah kita siapkan, termasuk para guru sudah lumayan banyak yang di vaksin. Harapan Kita pembelajaran secara tatap muka terbatas dapat dijalankan di tahun ajaran baru,”harapnya.(05)

Komentar

News Feed