oleh

Siswa Kewirausahaan Smanda Mulai Praktik

PARA siswa SMA Negeri 2, yang tergabung dalam program kewirausahaan mulai melakukan praktek pembuatan kain jumputan yang di langsung dari tim kelompok usaha bersama, Griya kain tuan kentang binaan Bank Indonesia Palembang.

Ketua Tim edukasi, Sofyan Chandra bersama timnya Sarmuni, M Dani , dan Ryansa mengatakan dalam penyampaian teori sebelum praktek hanya memberikan pengetahuan mengenai tekhnik pembuatan kain jumputan.

Kepsek SMAN 2 pose bersama pengelola Program Kewirausahaan

“Dalam Pembuatan kain jumputan, ada tiga tekhnik pembuatan yang harus dikuasai oleh pelau, yaitu tekhnik jahit, ikat dan pewarnaan. Jika sudah mahir dalam 3 hal tersebut Insya Allah semuanya bisa mendapatkan kain jumputan yang bagus,”Kata Sofyan.

Sofyan juga mengatakan dibeberapa kabupaten kota yang ada di Sumatera Selatan sudah memiliki ciri khas masing-masing. Untuk itu dia berharap Kota Prabumulih juga tidak ketinggalan. “Para siswa SMA Negeri 2 sepertinya seperti pelaku kerajinan kain jumputan yang sudah profesional, karena itu harapan Kita Kota Prabumulih juga dapat memiliki kampung kerajinan khusus kain jumputan meskipun pelaku usahanya yang saat ini masih belajar Namun kita berharap untuk jangka panjang,”tandasnya.

Para siswa latihan pembuatan kain jumputan

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Prabumulih, Dra Hj Tin Martini MM mengatakan setelah pelatihan nantinya seluruh SMA Negeri dua Prabumulih akan dibentuk dalam 25 kelompok. Nantinya 25 kelompok tersebut akan mendapatkan motif yang berbeda-beda yang akan menjadikan motiv kain jumputan ciri khas kota Prabumulih.

Ia mengatakan, Pelaksanaan Program ini adalah Bantuan pemerintah Pusat Melalui program Kewirausahaan tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kita sangat berterima kasih kepada pihak kelompok yang telah memberikan pelatihan nya dan kepada pihak lainnya yang telah berkontribusi untuk memajukan program kewirausahaan SMA Negeri 2 Prabumulih, “tandas Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Prabumulih, Dra Hj Tin Martini MM.

Hal sama ditentukan oleh pengelola program kewirausahaan SMA Negeri 2 Prabumulih, Rita Kristianingsih SSi. Wanita alumni UGM tahun 1995 ini mengatakan, Dalam pelatihan pembuatan kain jumputan, Inovasinya pada motif yang sesuai dengan motif khas kota Prabumulih yang nantinya juga akan menjadi ciri khas SMAN 2.

“Beberapa daerah dalam menjalankan kerajinan kain jumputan ini, nah untuk Mengembangkan budaya daerah Sumsel dan khususnya Kota Prabumulih. Kami akan mengeluarkan inovasi motif khas kota Prabumulih,”bebernya.(05/adv)

Komentar

News Feed