oleh

Simulasi Dimulai, Wako : Masyarakat Patuh dan Displin PSBB Sukses

-Metropolis-102 views

PRABUMULIH – Simulasi penyekatan dalam rangka PSBB, Kamis (21/5) mulai dilakukan Pemerintah kota (Pemkot) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

Salah satunya, dilakukan diawali dari Pos Check Poin Tugu Air Mancur. Kendaraan, hendak masuk dalam kota mendadak dihentikan. Lalu, diperiksa sesuai dengan protokol kesehatan telah ditetapkan.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menyebutkan, simulasi pengalihan kendaraan ke jalan alternatif telah dilakukan dalam simulasi ini.

“Kendaraan dilarang masuk kota, kecuali warga Prabumulih. Selain itu, lewat Jalan Lingkar. Ini kita lakukan dalam rangka PSBB memutus mata rantai Covid-19,” ujar Ridho.

Jangan sampai, kata suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini mengatakan, pertambahan jumlah kasus Covid-19 sekarang ini jumlahnya hanya 18 kasus. Dan, pertumbuhannya cendrung stagnan.

“Selama simulasi ini, semuanya sifatnya imbauan. Agar masyarakat Prabumulih dan luar, paham kalau Prabumulih zona merah dan melaksanakan PSBB,” terangnya.

Masih kata ayah tiga anak ini mengimbau, agar masyarakat patuh dan taat serta disiplin. Agar akunya, pelaksanaan PSBB sukses dan benar-benar bisa menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19.

“Pemkot dan Forkompinda tidak bisa bekerja sendiri, harus ada dukungan masyarakat. Makanya, harus patuh dan jangan ada pelanggaran,” sebutnya.

Penerapan PSBB sendiri, sebutnya secara resmi H-2 dan telah diatur dalam Perwako telah diterbitkan pada 20 Mei. “Seluruh kendaraan masuk kota, kita stop. Periksa pakai masker atau tidak, jaga jarak, pemeriksaan suhu, dan cuci tangan,” beber Politisi Partai Golkar ini.

Ungkapnya, kalau PSBB sukses dan angka penyebaran Covid-19 berhasil. Jelas, ke depannya Prabumulih tidak lagi zona merah dan bisa kembali hijau. “Makanya, mohon dukungan semuanya agar PSBB berhasil dan Covid-19 sirna,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota (Wawako), H Andriansyah Fikri SH menerangkan, kalau keberhasilan PSBB sangat diharapkan. Sehingga, PSBB hanya dilakukan 2 minggu saja.

“Kalau tidak berhasil, akan terus diperpanjang. Yang rugikan, masyarakat sendiri kalau PSBB terus berlangsung. Makanya, harus benar dipatuhi dan ditaati protokol kesehatannya,” jelasnya.

Lanjutnya, pelaksanaan PSBB resmi dimulai 27 Mei mendatang. Harapannya, benar-benar dipatuhi dan ditaati. “Hindari pelanggaran, sehingga tidak kena sanksi ditetapkan,” wantinya. (03)

Komentar

News Feed