oleh

Sidik Dugaan Korupsi di Dinkes dan Dinsos

-Metropolis-53 views

PRABUMULIH – Di sela-sela release kasus korupsi “Bank Pelat Merah”, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Topik Gunawan SH MH mengungkapkan, kalau sekarang ini Kejari tengah menyidik dua kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot) hingga Selasa (6/4/2021).

Disebutkan, Topik, yaitu dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 2017 di Dinas Kesehatan (Dinkes) diduga merugikan negara Rp 141 juta. Dan, kedua dugaan korupsi terkait dana refocussing Covid-19 di Dinas Sosial (Dinsos).

“Kalau dana BOK Dinkes, sebelumnya sudah ditangani Inspektorat. Tetapi, tidak ada pengembalian atau tidak ada niat baik setor balik dana BOK Rp 141 juta sejauh ini. Hingga, akhirnya naik ke ranah pidana dan kita sidik,” ujar Mantan Kajari Gorontalo Utara.

Sementara itu, aku pria asal Brebes ini, terkait kasus dugaan korupsi refocussing Covid-19 di Dinsos 2020. “Kita memastikan terlebih dahulu, adanya tindak pidana atau tidak. Terkait kesalahan administrasi dilakukan penyelenggara kegiatan, ada dugaan korupsi senilai Rp 2,9 miliar,” tukasnya.

Untuk kedua kasus tersebut, akunya telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 28 saksi. Untuk meminta keterangan terkait dugaan korupsi tersebut. “Baik, kasus BOK Dinkes dan kasus recofussing Covid-19 Dinsos. Masing-masing ada 14 saksi, kita periksa. Belum ada penetapan tersangka, masih dalam penyidikan,” terangnya.

Kasi Pidsus, Wan Hadi Susilo SH MH menambahkan, kalau sejumlah pihak diperiksa terkait dugaan korupsi itu meliputi PPTK, bendahara, dan lainnya. “Ada beberapa kegiatan melibatkan pihak ketiga dalam pemberian bantuan, dan ini terkait kebijakan. Pembuat kebijakan, akan kita panggil untuk pemeriksaan,” terangnya.

Bebernya, adanya anggaran sebesar Rp 2,9 miliar, diduga mal administrasi disalurkan pihak ketiga. “Dugaan korupsinya, sejauh ini masih terus kita dalami dan kembangkan,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed