oleh

Sidang Mediasi Proyek Tol Ditunda

//Penggugat Tidak Hadir

PRABUMULIH – Pengadilan Negeri (PN) kembali melakukan sidang mediasi gugatan lahan proyek tol di Desa Jungai, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Senin (7/6/2021).

Namun sayangnya, pada lanjutan sidang mediasi ini tanpa alasan yang jelas. Ternyata penggugat menggugat 18 pemilik lahan, Kepala Desa (Kades) Jungai, Camat RKT, Badan Pertanahan Nasional (BPN) malah tidak hadir.

Padahal, sudah diberikan kesempatan hingga 2 jam akhirnya, majelis hakim resmi menunda sidang mediasi tersebut minggu depan.

“Penggugat tidak hadir, jadi sidang mediasi gugatan lahan proyek tol ditunda,” ujar Kuasa Hukum Tergugat, Yulison Amprani SH MH didampingi Sanjaya SH kepada awak media, Senin.

Ia jelas menyayangkan, ketidak hadiran penggugat tanpa alasan jelas. Pasalnya, akan menambah lamanya proses gugatan lahan proyek tol melibatkan kliennya.

“Biar cepat proses hukumnya, harusnya hadir. Atau paling tidak memberikan informasi, mengapa tidak hadir,” ucap Icon, sapaan akrabnya.

Sementara itu, ditegaskan pengacara bertubuh besar dan berkacamata ini menerangkan, kalau ia dan kliennya mau berdamai, asalkan tergugat bisa menunjukkan surat asli kepemilikan tanah. “Tentunya, harus diverifikasi dahulu keasliannya dilakukan PN,” jelasnya.

Kalau tidak, sebut Icon, meminta PN untuk melanjutkan proses hukumnya sesuai aturan dan ketentuan yang ada. “Biar majelis hakim saja memutus, siapa yang paling berhak atas tanah tersebut didasari bukti dan fakta yang ada. Yang jelas, surat kepemilikan tanah kliennya sah di mata hukum,” sebutnya.

Ketua PN, Yanti Suryani SH MH dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Betul, tadi sempat diagendakan sidang mediasi lanjutan gugatan lahan proyek tol. Tetapi, karena penggugat tidak hadir akhirnya ditunda sementara waktu hingga Minggu depan,” terangnya.

Ia tidak menampik, kalau Senin mendatang merupakan sidang mediasi terakhir. “Kalau tidak ada titik temu, artinya proses gugatan dilanjutan,” tandasnya.

Perwakilan Keluarga Penguggat, Ricard menerangkan, tidak bisa hadir karena penggugat sudah lansia dan mengalami sakit. “Usia nenek kita selaku penggugat, kan sudah 93 tahun dan tidak bisa hadir setiap waktu dan juga tengah sakit. Informasi dari kuasa hukum kita, setiap sidang harus hadir,” jelasnya. Terkait ketidak hadiran penggugat, kaya dia, sudah disampaikan kepada kuasa hukumnya. “Iya, sudah kita kasih tahu ke kuasa hukum,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed