oleh

Sholeh Nyemir untuk Keperluan Sekolah

-Metropolis-173 views

STATUS pelajar kelas 2 SMP Muhammadiyah, tak memuat Muhammad Soleh malu untuk bekerja sebagai tukang semir keliling. Sholeh sapaan akrabnya, justru bangga bisa berkerja membantu orang tuanya yang hanya pekerja serabutan. Ibunya Ida Rahayu hanya pedagang mainan, sementara sang ayah Siraji adalah buruh harian. “Ndak malu, kawan sekolah tau. Guru aku juga tau kalau aku nyemir,” kata Sholeh saat dibincangi Prabumulih Pos.

Bekerja sebagai tukang semir keliling ternyata sudah hampir tiga tahun ini dilakukan Sholeh. Itu dilakukan atas kemaunya sendiri. “Ibu sebetulnya ndak nyuruh, kata ibu dirumah bae. Tapi Sholeh dak mau merepoti ayah ibu,” ucap bocah berusia 14 tahun ini. Awalnya kata bocah yang tinggal di jalan anggrek bungaran 6 Kebun Duren Kelurahan Prabumulih ini, hanya melihat teman sebayanya waktu masih duduk di bangku SD. Melihat itu Ia pun berniat membantu orang tua, apalagi kondisi ekonomi keluarga yang belum berkecukupan. “Waktu itu minta uang sama ibu, terus langsung beli alat semir di Pasar. Langsung jalan cari-cari untuk di semir, alhamdulillah lumayan dapatnya,” ungkap tiga bersaudara ini.

Anak kedua ini, mengaku sudah memiliki banyak pelanggan. Apalagi dibeberapa lokasi tempatnya mangkal sangat bersahabat. “Lumayan kadang dapatnya, kalau mulai dari Rp 50 ribu, bahkan pernah dapat Rp 270 ribu banyak wong baik. Terus jugo Cece tempat galak mangkal jugo baek. Banyak orang tua angkat,” katanya mengaku sering mangkal di Pempek Semar, Candy, ATDC hingga Pindang Bambu.

Hasil dari semir lanjut bocah berbadan tinggi besar ini, ditabung untuk keperluan sekolah. Mulai dari belanja perlengkapan sekolah, hingga untuk jajan sekolah. “Kadang dikasih ibu juga uangnya, tapi kebanyakan ditabung untuk sekolah. Jadi dak mereporkan ayah ibu lagi,” bebernya.

Nah, meski menghabiskan waktu sebagai penyemir sepatu. Tak lantas membuat prestasi Sholeh anjlok. Terbukti dalam pembagian raport beberapa waktu lalu ia masuk 10 besar. “Kemarin 10 besar, memang Aku belajar terus. Kalau sekolah pulangnya belajar, sudah belajar ngaji dulu. Sudah ngaji sore biasanya keluar nyemir. Ini berhubung libur keluar dari pagi,” terangnya menyampaikan bila kakak sulungnya juga ikut bekerja meringankan beban orang tua sebagai juru parkir.

Urusan ibadah seperti namanya, Sholeh ternyata adalah anak yang Sholeh. Ia tak pernah lalai untuk mengerjakan sholat lima waktu. Itu sudah diterapkan oleh kedua orang tuanya saat ia masih kecil. “Kami dirumah subuh itu harus sudah bangun, disuruh sholat. Jadi sholat Aku dak pernah tinggal. Kalau lagi nyemir, pas Adzan ke Masjid. Biasanya sholat di Tugu Kecil. Dan memang pesan Ibu jangan lupa sholat,doa supaya rezeki lancar,” tukasnya yang mengaku pandai mengaji dan mengumandangkan Adzan.(08)

Komentar

News Feed