oleh

Sering Kesulitan Saat di Tanjakan

SUDIRMAN – Para tukang becak kini mulai bisa merasakan manfaat dari bantuan mesin becak yang telah diterima. Selain bisa mengerungai tenaga yang dikeluarkan, becak yang kini memiliki mesin bisa mendongkrak pendapatan para tukang becak. Karena mereka bisa narik lebih sering dan menjangkau tempat-tempat yang lebih jauh.
Meski begitu, bantuan yang diterima bukan tanpa masalah. Sejumlah tukang becak sering mengeluhkan masalah perawatan hingga pengoperasian, salah satunya seringnya kehilangan tenaga saat becak berada di tanjakan.
Seperti yang dituturkan Gustin (50) warga Kelurahan Mangga Besar Prabumulih Utara. Ia mengakui perbedaan saat sebelumnya masih menarik becak dengan cara menganyuh dengan menarik becak yang sudah memiliki mesin.
“Sekarang kami sudah berani nganter penumpang sampai ke RUmah sakit Bunda, Karang Raja bahkan sampai ke Wonosari. Padahal dulu kalo cuma pake kaki idak sanggup jauh-jauh. Penumpang yang dilayani cuma sekitaran pasar sinilah,” tutur ayah empat anak ini.
Lanjutnya, dengan menggunakan mesin, mereka hanya membutuhkan kurang lebih satu liter minyak perhari untuk mengantar penumpang. “walapun pendapatan masih kisaran Rp50ribu sehari, tapi kami senang idak terlalu capek nian lagi nak nguras tenaga ngayuh beca,” tuturnya.
Nah hal tersebbut dirasakan tidak ada beban jika di jalan yang lurus datar tanpa hambatan. Namun ketika ketemu jalan menanjak, maka tenaga mesin tidak terlalu kuat. Hal ini menjadi salah satu kekurangan mesin becak, karena tenaganya tidak seperti mesin motor.
“Ini kan bukan mesin motor, jaid pas naek tanjakan, tenagonyo idak kuat nian. Jadi kami terpaksa nak dorong lai. Tapi beruntungnyo idak terlalu banyak tanjakan yang dilalui,” beber penerima bantuan mesin beca lainnya, Saat(53), warga Kelurahan Wonosari.
Lanjutnya, sampai sekarang ada dua orang penerima bantuan yang tidak menggunakan mesin dengan alasan takut tidak bisa mengontrol gas dan rem. “ ado jugo yang takut idak biso beli minyak. Kalo idak salah ado duo kawan kami yang masih idak berani pake mesin,” tuturnya seraya mengatakan sampai sekarang masih ada yang mengayuh pake kaki. (03)

News Feed