oleh

Sempat Ingin Jadi Penyuluh Pertanian

PRABUMULIH – Iman Harnodi SH kecil, kini bekerja sebagai sipir penjara di Rutan Kelas IIB. Sempat ingin menjadi penyuluh pertanian, ketertarikannya bukan tanpa alasan.

Pasalnya, orang tuanya sebagai petani karet. Sering mendapatkan, penyuluhan dari penyuluhan untuk meningkatkan produksi karet di kebunnya.

“Waktu kecil, di dusun sering kedatangan penyuluh pertanian. Memberikan penyuluhan tentang pembudidayaan karet kepada orang tua saja. Itulah membuat kita tertarik,” ujar Iman, sapaan akrabnya kini menjabat sebagai Pembimbing Pembinaan Kepribadian di Rutan Kelas IIB, kemarin (5/11).

Meski, tidak kesampaian tetapi keinginannya menjadi seorang penyulu tetap ada hingga sekarang. Tetapi, bukan petani karet diberikan penyuluhan melainkan warga binaan tengah menjalani hukuman karena kesalahannya.

“Hampir 20 tahun, kita menjadi pembina kerohanian warga binaan. Lewat itulah, kita memberikan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan,” ujar pria mengawali karirnya dari bawah Golongan IIA di Lapas Lahat, karena lulusan SMA.

Alasannya, memilih menjadi sipir penjara. Setelah lulus SMA pada 85 silam. Beberapa kali, mencoba menjadi PNS di instansi pemerintah tetapi tidak lulus.

“Waktu kita ikut tes jadi sipir penjara, akhirnya lulus dan berkarir hingga sekarang ini. Tahun depan, kalau tidak ada halangan masuk masa pensiun atau purna bakti,” ujar suami Umi Kalsum ini.

Ayah Risky Sepira Kirani dan Restu Inaya Putri ini mengungkapkan, dukanya menjadi sipir dahulunya gaji kecil hanya menerima Rp 44 ribu perbulan.

“Namun sekarang, tidak demikian lagi. Seiring perubahan zaman,” aku pria kelahiran, Prabumulih, 7 Juli 1962.

Hampir 33 tahun mengabdi, dari institusinya meraih penghargaan pengabdian 10 tahun. Lalu, 20 tahun, dan 30 tahun.

“Kalau sukanya, kita bisa akrab dengan warga binaan. Meski, sudah bebas mereka tak jarang ke rumah untuk terus menjalin silaturahmi dan berterima kasih atas bimbingan diberikan,” tukasnya.

Menjelang purna baktinya, ia berupaya memberikan pengabdian terbaik bagi institusinya telah memberinya kehidupan selama ini. “Moto kita, bekerja dan mengabdi dengan baik,” pungkasnya. (03)

 

Komentar

News Feed