oleh

Sempat Diamankan Polisi, Lima Warga Dibebaskan

PRABUMULIH – Polres Prabumulih mengamankan lima warga masing-masing Yan, Mul, An, Man dan Gus, yang sebelumnya dikepung sekelompok orang, Senin (25/26) sekitar pukul 24.00 WIB, di kawasan Kelurahan Karang Raja, Prabumulih.
Dari diantara lima warga tersebut, polisi mengamankan diduga senjata api dan plastik klip yang diduga narkoba jenis sabu. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, kelima warga tersebut dibebaskan.
Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH melalui Kasatreskrim Polres Prabumulih AKP Eryadi membenarkan mengamankan lima warga. ”Iya kami amankan dulu,” katanya.
Dikhawatirkan lanjut dia, terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Maka anggota mengamankannya. Sebelumnya, anggota menemukan diduga senjata api dan plastik klip yang diduga narkoba jenis sabu. Untuk itulah diamankan di Mapolres.
Stelah dilakukan pemeriksaan intensif lanjut Eryadi, itu bukan senjata api melainkan softgun. Mengenai isi yang ada di plastik klip diduga narkoba jenis sabu, saat ini tengah dilakukan pemeriksaan di laboratorium. ”Sedang diperiksa di laboratorium, terkait apakah narkoba atau tidak. Kelima warga tersebut sudah dibebaskan,” katanya.
Mul yang berprofesi sebagai wartawan media online mengatakan, sebelum kejadian, pada malam itu bersama Yan, An, Man dan Gus sedang dalam perjalanan menuju Desa Pangkul. “Saat berada di jalan, kami dapat informasi bahwa ada camat ditangkap massa,” ucapnya.
Sebelum tiba di lokasi, dirinya bersama rekan-rekannya itu sempat mampir ke Muara Dua untuk keperluan lainnya. Baru setelah itu ke lokasi tersebut dengan maksud untuk melakukan peliputan.
Lantaran kesulitan mencari lokasi, membuat ia dan empat rekannya hanya mendapatkan data selebaran black campaign, yang diterima dari tangan masyarakat. Yang diduga berasal dari camat. Setelah berhasil mendapati selebaran black campaign tersebut, saat menuju perjalanan pulang dari kelurahan Prabusari menuju Kelurahan Karang Raja, mobil yang dikendarainya dihadang sekitar 6-7 mobil.
Bahkan salah-satu orang di dalam mobil tersebut mengaku sebagai camat. Saat itu diketahui mobil yang digunakan berplat merah. “Dari 6-7 mobil yang sudah menunggu dan hendak menghadang kita itu, karena semuanya berada di jalur kiri,” katanya.
Terdengar ada yang mengaku sebagai camat dan memintanya turun dari mobil. ”Aku awalnyo nak turun dari mobil, tapi oleh kawan lain nyuruh idak usah. Jadi kami idak ado yang turun,” sebutnya seraya mengatakan hal itu lantaran melihat massa banyak.
Hingga akhirnya polisi tiba, dan mengambil tindakan dengan terpaksa membawanya bersama empat rekannya ke Mapolres Prabumulih untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. ”Saat kami sampai di Polres, kami heran karena beberapa pejabat Pemkot juga sudah ada di sana,” terangnya.
Sambungnya, setiba di Mapolres Prabumulih anggota melakukan penggeledahan. ”Dan dari pemeriksaan itu, Mul mengaku ada softgan berikut surat izin kepemilikannya. Saat petugas memeriksa dompet An, ditemukan bungkus plastik kecil bekas obat jamu. Yang diduga itu plastik mirip bungkus narkoba. Tapi setelah itu kami pun juga sudah melakukan tes urine dan hasilnya negatif,” paparnya.
Untuk itu pihaknya pun membantah adanya pemberitaan di sejumlah media online yang menyebutkan mereka membawa senpi dan barang haram narkoba jenis sabu.
“Sedangkan masalah DPT kenapa ada di camat, kami tidak tahu dengan permasalahan DPT seperti yang diberitakan. Dan posisi kami tidak turun dari mobil,” ungkapnya seraya menyebutkan pihaknya juga bukan timses paslon.
Ketua PSI Kota Prabumulih, Ahmad Sofyan yang disebut sebagai salah satu dari lima orang yang sempat diamankan di Mapolres, kemarin (26/6) menegaskan, pada malam itu pihaknya memang sempat diamankan ke Mapolres Prabumulih. Karena banyak massa saat itu. Tapi soal keterlibatan narkoba dan senpi, dirinya membantah bahwa dirinya bersama rekannya saat itu memiliki hal itu.
“Seperti yang diberitakan soal kami membawa senpi itu tidak benar. Karena kami hanya membawa satu buah softgun dan mempunyai surat izin kepemilikan,” tegasnya. Terkait isu membawa narkoba, itu juga hanya bungkus klip bekas jamu bukan narkoba. Dirinya bersama empat orang temannya pun langsung melakukan tes urine dan hasilnya negatif. (01)

News Feed