oleh

Sembilan Sektor Dibuka, Bisa Naikkan PDB

-Nasional-59 views

JAKARTA – Rencana membuka sembilan sektor bisnis di tatanan kehidupan baru atau new normal mendapat sambutan positif dari sejumlah kalangan. Kebijakan tersebut bisa meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Sembilan sektor tersebut adalah pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang. Kebijakan ini juga telah direspons dengan baik oleh pemimpin daerah di 102 kabupaten/kota yang berzona hijau.

“Saya memperkirakan sembilan sektor ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB Indonesia dan tenaga kerja, terutama di bidang pertanian dan industri,” kata Economics Content Coordinator BINUS, Mohamad Ikhsan Modjo, dalam video daring, Selasa (9/6).

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa sektor pertanian berkontribusi hingga 13,47 persen terhadap PDB. Sementara sektor industri yang berkontribusi hingga 19,89 persen terhadap PDB. “Bila ditambahkan dengan sembilan sektor akan menjadi lebih besar, bisa mencapai 65 persen,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia memberikan dukungan dengan dibukanya sembilan sektor bisnis tersebut. Namun yang terpenting pemerintah jangan longgar dalam protokol kesehatan penanganan Covid-19. Selain itu, komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah harus terjalin dengan baik.

“Yang terpenting protokol dan sosialisasi sama. Jadi, jangan sampai pemerintah pusat sudah keluarkan, di pemerintah daerah belum. Ini nantinya akan membingungkan masyarakat,” tutur dia.

Senada, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna mengatakan, dibukanya sembilan sektor akan membuat perekonomian nasional menjadi lebih baik dari kuartal I/2020 di posisi 2,97 persen.

“Tentu ketika ekonomi sudah dibuka maka indikator bisa lebih baik, namun pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 saya duga berada pada rentang 2-3 persen,” katanya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (9/6).

Sementara itu ekonom senior dari Universita Perbanas Piter Abdullah mememperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 masih negatif. “Pertumbuhan ekonomi kuartal 2 diperkirakan akan negatif. Perkiraan saya di kisaran minus 2 hingga minus 4 persen,” ujarnya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (9/6).

Sebelumnya, pemerintah Indonesia rencana pembukaan sektor ekonomi dan penetapan 102 Kabupaten/Kota untuk melaksanakan program masyarakat produktif dan aman Covid-19 telah dimulai. Program tersebut baru berlaku bagi sejumlah daerah yang berada di zona hijau dan tidak terdapat kasus Covid-19.(din/fin)

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed