oleh

Selamat Datang New Normal

-Metropolis-209 views

 

//Selamat Tinggal PSBB

PRABUMULIH – Harapan muncul pada tatanan baru yang dikemas melalui program new normal, di tengah pandemi Covid-19 di Kota Prabumulih.

Setelah dua pekan lamanya kota ini memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagai bentuk pemcegahan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona, akhirnya Selasa (9/6) sekitar pukul 09.00 WIB penetapan PSBB diputuskan berakhir.

Keputusan tersebut tertuang dalam hasil rapat koordinasi (rakor) antara Pemkot Prabumulih bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung Pemkot. Untuk diketahui, PSBB ini sendiri dilaksanakan selama dua Minggu sejak 27 Mei hingga 9 Juni.

Semua Forkompinda sepakat mengakhiri PSBB dan melaksanakan new normal terhitung 11 Juni, dengan syarat tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurutnya,  semua Forkompinda sepakat seluruhnya untuk mengakhiri PSBB dan melanjutkan penerapan new normal.

“Melihat hasil evaluasi PSBB, penerapannya baik dan ketat. Selain itu, kedisiplinan warga terkait protokol kesehatan baik. Semua warga memakai masker, penyediaan tempat cuci tangan hampir ada di setiap tempat, jaga jarak, tidak ada penambahan kasus karena relatif stagnan, dan lainnya. PSBB di Prabumulih, sudah selayaknya diakhiri,” ujar Ridho di sela-sela memimpin rakor bersama Forkompinda tersebut, Selasa (9/6).

Penerapan new normal direncanakan, mulai 11 Juni diawali dengan penyemprotan massal terlebih dahulu. Aku suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini, diharapkan bisa membangkitkan ekonomi masyarakat dan pembangunan di Prabumulih ini.

“Sehingga, tidak menimbulkan masalah baru. Dengan adanya pandemik Covid-19 ini, sudah sangat dirasakan dampaknya. Makanya, adanya new normal kehidupan segala segi kehidupan di Prabumulih juga berangsur-angsur normal dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya.

Selain itu, sebut ayah tiga anak ini, sepakatnya Forkompinda mengakhiri PSBB dan setuju mengawali new normal. “Juga menjadi pertimbang kita, untuk pelaksanaan new normal di Prabumulih untuk kepentingan masyaraka Bumi Seinggok Sepemuyian ini,” ucapnya.

Demikian pula, kata Ketua DPRD, Sutarno SE menilai penerapan PSBB di Prabumulih sudah berjalan dengan baik dan ketat. Dan dengan berbagai alasan dan pertimbangan matang dari seluruh Forkompinda, PSBB memang resmi berakhir 9 Juni dan tidak diperpanjang.

“DPRD mendukung, kebijakan tidak diperpanjang new normal. Apalagi, sudah menjadi kesepakatan bersama Forkompinda,” jelas Tarno, sapaan akrabnya.

Meski, PSBB diakhiri, sebutnya, protokol kesehatan tetap menjadi perhatian serius Pemkot dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 di Prabumulih, sejauh ini pertumbuhannya relatif stagnan.

“Kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan, harus terus menjadi perhatian Pemkot dan jangan sampai lengah,” wantinya.

Senada juga, diungkap Wakapolres, Kompol Agung Aditya prananta SH SIk, kalau Polres Prabumulih mendukung setiap kebijakan Pemkot. Khususnya, masalah penghentian PSBB dan penerapan new normal.

“Polres Prabumulih, siap mengawal dan mendukung kebijakan Pemkot. Termasuk, pengerahan personel selama PSBB dan juga new normal nantinya diterapkan,” ucapnya.

Jelas Agung, penerapan new normal ke depan, langkah-langkah telah dijalankan Pemkot selama ini dalam rangka melawan Covid-19 harus terus ditingkatkan dan dipertahankan.

“Termasuk, masalah protokol kesehatan. Harus tetap menjadi perhatian utama, sehingga penerapan new normal bisa dilaksanakan dengan baik. Supaya, masyarakat bisa patuh terhadap protokol kesehatan dan hidup berdampingan dengan Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Pabung Kodim 0404/MPP, Mayor Inf Seco Wiguno menambahkan, juga mengapresiasi kebijakan Pemkot menyudahi PSBB.

“Lalu, menuju new normal. Kodim 0404/MMP, sangat mendukung kebijakan itu. Dan, sama halnya dengan Polres siap mengawal pelaksanaan new normal,” tambahnya.

Kata Seco, pelaksaan new normal, tetap menekan pada protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran Covid-19. “Protokol kesehatan, memang efektif menekan perkembangannya,” pungkasnya.

Terima Kasih Petugas Posko

Pemberlakukan PSBB di Prabumulih dalam rangka memutus rantai Covid-19 resmi berakhir Selasa (9/6).

Selama penerapannya PSBB di Kota Prabumulih dinilai berhasil. Nah, keberhasilan tersebut tentu tak lepas dari petugas – petugas posko yang menjalankan tugas dengan baik.

Karena itulah, DPRD Kota Prabumulih menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas posko check point hingga kelurahan desa yang ada di Kota Prabumulih.

“Kami DPRD berterima kasih kepada seluruh perangkat kelurahan desa RT RW yang sudah menjalankan tugas dengan baik,” kata Ketua DPRD Sutarno SE didampingi Wakil Ketua I H Ahmad Palo SE.

Ahmad Palo mengakui, dari hasil pantauan dilapangan kinerja petugas posko penerapan PSBB berjalan sangat baik. “PSBB kemarin berjalan baik, posko yang didirikan di kelurahan desa berjalan baik dan efektif,” terangnya.

Dengan kerja keras yang sudah dilakukan oleh petugas posko kata Palo, sudah sepatutnya pemkot segera memberikan insentif kepada petugas posko terutama yang dikelurahan.

“Bagi pokso yang belum diberikan anggaran, terkait posko yang didirikan kami mintakan ke pemoot untuk segera dibayar karena anggaranya sudah tersedia,” tukas suami dari Hj Rusni SH ini.

Tunggu Aturan Baru Tranportasi New Normal

Sementara, aturan transportasi selama masa mudik Idul Fitri 2020 dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 telah berakhir pada 7 Juni 2020. Sementara untuk aturan baru di masa new normal belum diterbutkan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan aturan baru bertansportasi pada masa new normal memang belum diterbitkan. Rencananya penerbitan aturan tersebut menunggu Surat Edaran (SE) dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. SE akan menjadi sebagai acuannya.

“Gugus Tugas akan menerbitkan SE sebagai pengganti SE 4 dan 5, dan ini yang akan jadi rujukan kami di Kemenhub dalam menetapkan aturan baru,” katanya di Jakarta, Senin (8/6).

Dikatakannya, Peraturan Menteri Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 yang semula berakhir pada 31 Mei 2020 kemudian diperpanjang hingga 7 Juni 2020 melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 116 Tahun 2020 telah berakhir.

“Permenhub 25 Tahun 2020 mengatur pengendalian transportasi di periode mudik dan arus balik. Lalu ada SE 4 dari Gugus Tugas yang mengatur kriteria dan syarat orang yang masih boleh bepergian saat ada larangan mudik. Artinya, soal kriteria dan syarat penumpang, kami merujuk pada SE tersebut,” katanya.

Gugus Tugas menerbitkan SE Nomor 4, kemudian SE Nomor 5 Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 yang menjadi acuan Kemenhub untuk pelarangan mudik hingga 7 Juni 2020.

Adita belum mau mengungkapkan ruang lingkup aturan selanjutnya tentang prosedur bertransportasi pada masa normal baru. “Ditunggu saja ya,” ujarnya.

Meski belum ada aturan baru, namun sejumlah transportasi yang mulai beroperasi tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Wapresdir Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba mengatakan jumlah penumpang mengalami peningkatan yang signifikan di masa new normal.

Volume pengguna KRL mencapai 140.000 pada Senin (8/6) hingga pukul 10.00 WIB. Sedangkan penggunaa yang telah melakukan tap masuk di gerbang elektronik sejumlah 150.000 orang. Jika dibandingkan selama masa PSBB, yang hanya sekitar 80.000 pengguna setiap hari.

“Peningkatan ini terkait dengan banyaknya masyarakat yang telah kembali beraktivitas sehubungan sejumlah wilayah memasuki masa PSBB transisi,” katanya.

Ia menambahkan frekuensi dan jadwal KRL hari ini telah dikembalikan ke kondisi normal, terutama untuk pagi hari.

Meski terdapat lonjakan penumpang, pihaknya dengan ketat tetap menerapkan protokol kesehatan. Jumlah pengguna yang diizinkan di dalam tiap gerbong/kereta, hanya melayani 35- 40 persen dari kapasitas per kereta.

“Jika selama PSBB dapat melayani 60 pengguna per kereta, saat ini kami dapat melayani 74 penumpang per kereta. Agar batasan ini dapat diterapkan, upaya yang kami lakukan adalah pembatasan masuk stasiun dan KRL sehingga pengguna di stasiun-stasiun berikutnya juga dapat terlayani,” katanya.

Hal tersebut diamini Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Dia mengatakan selain penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh penyedia transportasi, kesadaran penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) juga semakin meningkat.

“Kepatuhan masyarakat (dalam menjalankan protokol kesehatan) ada peningkatan. Tidak ada masyarakat yang tidak menggunakan masker,” katanya usai meninjau Stasiun Manggarai.

Dikatakannya protokol kesehatan yang diterapkan di Stasiun Manggarai sudah sesuai dengan standar yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

“Kita juga lihat, sejumlah gerbong, tingkat kepadatannya sudah berkurang dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Ini penting dilakukan agar antar penumpang tidak terlalu dempet. Kalau terlalu dempet itu risikonya sangat besar, terutama apabila ada penumpang yang positif COVID-19, maka dapat menulari,” ujar Doni. (03/08/FIN)

 

 

 

 

Komentar

News Feed