oleh

Sekolah Swasta Masih Minim Pendaftar

-Pendidikan-22 views

PRABUMULIH – Sejak dua hari usai pelaksanaan pengumuman seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi di tingkat SMP Negeri, ternyata belum memberikan efek pada sekolah swasta. Keadaan ini berbeda dari tahun tahun sebelumnya, dimana para calon siswa baru yang tidak diterima di sekolah negeri, sudah datang ramai ke sekolah swasta.

Hal ini seperti dialami SMP YPS Prabumulih, menurut Kepala Sekolah SMP YPS Prabumulih, Elvira Irawati SPd melalui Ketua Panitia PPDB SMP YPS, Rumsana SPd mengatakan bahwa  tahun 2020 , jumlah pendaftaran siswa baru alami penurunan bahkan sampai 40 persen.

Keadaan ini sangat memprihatinkan, karena sekolah swasta dapat tumbuh dan berkembang dilihat dari jumlah siswa. “Kita mewakili Sekolah swasta lainnya, hanya berharap agar Sekolah Negeri tidak menambah kuota sesuai yang sudah ditentukan dalam petunuk teknis yang keluarkan dari Dinas pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Diakuinya, sampai saat ini ada sebanyak 180 orang yang mendaftar, namun dari jumlah tersbeut hanya 60 persen diantaranya yang sudah melakukan daftar ulang. Bahkan ada beberapa siswa pada saat masuk tahuna jarna baru, menarik diri untuk pindah ke sekolah negeri.

“Jika memang masih menerima jumlah siswa tidak sesuai dengan yang sudah ditentukan, lalu apa guna juknis PPDB dan diketahui oleh dinas pendidikan. Karena sekolah swasta hanya mendapatkan tambahan kesejahteraan dari jumlah siswa,” bebernya.

Hal sama seperti diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMP Yayasan bakti Prabumulih, Eka Desi Novalina SPd. Wanita ini mengatakan, usai pengumuman penerimaan siswa baru jalur zonasi SMP Negeri, ada beberapa orang yang mendaftar. “Sampai saat ini jumlah kota belum terpenuhi, namun kami tetap berfikit positif bahwa siswa baru akan terus bertambah,” katanya.

Diketahui keadaan yang sama dialami oleh sebagian besar sekolah swasta yang ada di Kota Prabumulih, entah karena efek beradal pada masa Pandemi virus corona, atau karena memanng SMP  negeri tidak membuang calon siswa baru yang sudah mendaftar meskipun di luar jalur zonasi.

Keadaan ini menjadi boomerang bagi sekolah swasta yang mendapatkan penghasilan dari SPP siswa, serta semua biaya operasional siswa tidak cukup hanya dari Dana Bantuan Operasional Siswa. “Kita berharap nanti masih ada para calon siswa yang masuk, dan keadan segera normal, karena keadaan seperti sekarang ini untuk membayar  gaji guru saja kita harus pakai dana talangan dulu, beda dengan PNS yang bekerja tidak bekerja tetap mendapatkan gaji dari Pemerintah,” tandasnya.(05)

Komentar

News Feed