oleh

Sekolah Siap Protkes, Segera Tatap Muka

PRABUMULIH – Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menerangkan, Pemerintah kota (Pemkot) berencana segera melakukan tatap muka khususnya bagi pelajar SMA dan SMP.

Hal itu ditegaskannya ketika memimpin Rapat Kordinasi (Rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung Pemkot, Senin (9/11/2020).

“Hanya sekolah yang sarana prasarana protokol kesehatan (Protkes) memadai. Bisa dan segera melakukan pembelajaran tatap muka,” ujar suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Bahkan, ayah tiga anak ini mengajak, seluruh Forkompinda untuk meninjau langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan kesiapan Protkesnya. Secara acak, lima sekolah akan dicek soal Protkes.

“Sebaik-baik belajar daring, jelas lebih baik belajar tatap muka. Jelas Protkesnya, harus menjadi perhatian serius. Jangan bergantung dengan zona saja. Memang sekarang ini, Prabumulih masih zona orange. Apalagi, penyebaran Covid-19 di Prabumulih sudah mengalami penurunan dan tidak signifikan,” jelas Politisi Partai Golkar ini.

Sebutnya, kasihan anak sudah lama di rumah dan orang tua sudah mulai mengeluh. Termasuk, sekolah swasta sangat bergantung dengan siswa. “Setelah dinyatakan Protkes sekolah aman. Baru bisa dilakukan tatap muka, tim akan melakukan pengecekan langsung,” tambahnya.

Dia menambahkan, belum tahu sampai kapan Covid-19 berakhir. Makanya, Pemkot tidak bisa berdiam diri dan harus mengambil kebijakan. “Ekonomi mulai pulih, angka penyebaran mulai turun, sekolah segera tatap muka, aktivitas masyarakat kembali normal dengan Protkes, dan lainnya,” tambahnya.

Senada juga, diungkapkan Ketua DPRD, Sutarno SE menerangkan, kalau pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan. Tetapi, pastikan dulu masalah sarana prasarana Protkesnya benar-benar disiapkan. “Kita mendukung keinginan Pak Wako, tetapi memang harus dicek dan dipastikan terkait kondisi sekolah khususnya SMA dan SMP. Besok (Selasa, red), akan kita tinjau bersama kesiapan Protkes di sekolah,” terangnya.

Sambungnya, pembelajaran daring memang kurang efektif dengan pembelajaran tatap muka. “Memang lebih baik tatap muka, ketimbang daring. Ada pembelajar tatap muka, tidak bisa dilakukan secara daring,” pungkasnya.

Juga ditegaskan Kapolres, AKBP Siswandi SH SIk MH mendukung kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah. Tetapi, masalah Protkes harus jadi perhatian utama.

“Sekolah buka boleh saja, tetapi Protkes harus benar-benar dijalankan,” pesannya. (03)

Komentar

News Feed