oleh

Sekolah Harus Analisa Raport PMP

PRABUMULIH – Pengawas Sekolah Tingkat Dasar di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih, Tati Sugiarti SPd mengatakan seluruh sekolah harus analisa raport Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) masing-masing. hal ini perlu dilakukan untuk melihat pencapaian delapan standar pendidikan nasional di suatu sekolah.

“Kita secara rutin melakukan Supervisi Penjamiman mutu pendidikan (PMP), untuk melihat pemetaan mutu pendidikan suatu sekolah. Minimal perbulan sehingga dari hasil rapor PMP masih ada SPN yang belum mencapai standar maka perlu dilakukan upaya peningkatan PMP,”jelas Tati saat melakukan supervisi PMP di SD Negeri 56 Prabumulih.

Menurutnya, supervisi itu ada yang dilihat secara internal yaitu dengan melihat sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang dilakukan oleh diri sekolah sendiri, melalui raport khusus yang terhubung secara online ke pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Sedangkan hasil supervisi secara eksternal bisa dilihat melalui penilaian akreditasi sekolah. Biasanya dilakukan per lima tahun sekali oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN),”jelasnya.

Tati mengantakan, raport sekolah yaitu sebagai pemetaan mutu pendidikan, harus dilihat perkembangannya perbulan. nah dari hasil supervisi, Raport Sekolah dianalisis baik oleh kepala sekolah maupun pengawas binaan dan pengawas lintas sektor. “Dari hasil analisa rapor sekolah, apapun yang tidak mencapai standar Nasional pendidikan, harus dilihat ketuntasannya sebagai bentuk evaluasi agar ditingkatkan lagi karena akan terlihat di rapor pada bulan selanjutnya,”jelasnya.

Sementara kepala sekolah SD Negeri 56 Prabumulih, Herlina Djali SPd saat dikonfirmasi koran ini mengatakan, dari sebanyak 8 standar pendidikan nasional masih ada yang belum tercapai 100 persen. sebagai kepala sekolah yang baru ditugaskan di sekolah yang beralamat di Jalan padat karya Prabumulih Timur ini, iya berkomitmen akan meningkatkan pencapaian dan penerapan 8 standar pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

“Insya Allah kita akan bekerja sama untuk meningkatkan standar mutu pendidikan internal sekolah, hal ini akan kita lihat dari raport sekolah yang akan dilakukan supervisi oleh pengawas Pembina,”jelasnya.

Diketahui, supervisi dilakukan harus melibatkan seluruh warga sekolah, hal ini sesuai dengan permendikbud no 20 tahun 2016, sedangkan Permendikbud 22 tahun 2016 ranahnya membahas mengenai standar pengelolaan sarpras dan pembiayaan serta standar Pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), termasuk Kepala sekolah saat ini sudah masuk pada bagian PTK.(05)

Komentar

News Feed