oleh

Sekolah Boleh Anggarkan Dana untuk Perangi Narkoba

PRABUMULIH – Kepala Sekolah boleh menganggarkan dana sekolah untuk menjalankan program penanganan dan pemberantasan anti narkoba. Diantaranya seperti untuk membeli alat tes urine, hingga pembuatan spanduk sebagai media sosialisasi anti narkoba di lingkungan sekolah.

Hal ini seperti dituturkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Kusron SPd MSi, saat menjadi Nara sumber dalam rapat kerja pemberdayaan masyarakat anti narkoba bersama instansi pendidikan yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih, di RM Kampoeng Cemara Senin (23/9).

Menurutnya, ini penting dilakukan karena keberadaan penyebaran narkoba makin meluas. Dengan tujuan agar para siswa terhindar dari ancamab bahaya narkoba. “Saat ini kondisi makin dibasmi peredaran makin meluas, karena itu kita harus terus berupaya melakukan pencegahan,”jelasnya.

Saat menyampaikan kebijakan pemerintah pada bidang pencegahan dan penggunaan narkoba, mantan sekretaris Dinas Pendidikan ini mengatakan bahwa pihak sekolah boleh melakukan berbagai Program dalam rangka meningkatkan pencegahan terhadap bahaya narkoba.

Mulai dari melakukan sosialisasi khusus, sosialisasi secara berkelanjutan dan terus menerus melalui upacara, Razia anak didik, baik berupa hp, rokok mungkin juga ada barang yang tidak benar yang dibawa ke sekolah.

“Melakukan kerjasama dengan BNN tentu harus dilakukan, dan pihak sekolah boleh menganggarkan dana sesuai kemampuan pendanaan disekolah untuk merealisasikan program pencegahan penggunaan naskoba, serta melaporkan apabila yang ada siswa yang terindikasi Narkoba,”jelasnya.

Sementara M Satrio SKM, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Prabumulih Mengatakan, saat ini Prabumulih nomor 1 indeks kota tanggap ancaman narkoba (Ikotan) se Sumsel dan no 27 se Indonesia hal ini berdasarkan hasil Penelitian Kerjasama BNN RI dan Unpad. Karena itu para peserta perlu diberikan pemahaman tentang penyusunan Kontinjensi dalam upaya menangani masalah bahaya narkoba.

“Dalam pertemuan ini setidaknya sebanyak 15 Sekolah sudah berkomitmen untuk melaksanakan tes urine secara mandiri. Selain itu setelah pembekalan ini, nanti ada penekanan agar pihak sekolah berkomitmen untuk sama sama memerangi narkoba,”tandasnya.

Satrio mengatakan, indek kota tanggap ancaman narkoba ini membutuhkan peran Pemerintah kota, lingkungan pendidik swasta dan masyrakat sehingga bisa lebih baik lagi kedepan, tidak cukup berpuas diri sampai disini. “Karena itu pihaknya kali ini menggandeng instansi Dinas Pendidikan yang melibatkan pihak sekolah,”tandasarnya.

Diketahui beberapa sekolah yang sudah berkomitmen melaksanakan tes urine mandiri adalah SMAN 1 Prabumulih, SMAN 4, SMKN 1, SMA N 7 dan SMPN 6, SMPN 5 serta SMPN 8 dan SMP.

“Setelah ini akan dilanjutkan dengan penyusunan jadwalkan untuk lakukan tes urine, dan 30 september mendatang akan diilanjutkan dengan pelatihan penggiat anti narkoba,”tandasnya.(05)

Komentar

News Feed