oleh

Sejumlah Sekolah Tiadakan Perpisahan

PRABUMULIH – Dalam waktu dekat atau tepatnya di April dan Mei mendatang. Seluruh sekolah jenjang pendidikan akan meluluskan siswanya di kelas terakhir, yakni SD, SMP dan SMA/SMK Negeri dan Swasta. Nah, terkait hal itu sejumlah sekolah mengaku di tahun ini akan mentiadakan perpisahan bagi siswa kelas terakhir seperti yang sudah-sudah selama ini.
“Ya, tahun ini kita tak akan lagi mengadakan perpisahan bagi ratusan siswa kelas XII baik jurusan IPA atau IPS,” ujar Kepala SMA Negeri 7, M Aliyenah SPd MSI melalui Humas Deris Talia S Kom MSi ketika dibincangi koran ini, kemarin (13/3) di ruangan kerjanya merupakan salah satu sekolah yang mengetiadakan kegiatan perpisahan kepada siswanya tahun ini.

Alasan pihaknya tidak lagi memberikan kegiatan perpisahan yang biasa sudah menjadi agenda rutinis setiap tahun, kata Deris, karena tidak memiliki biaya guna mengadakan kegiatan tersebut meskipun bertempat di sekolahnya sendiri.
“Biayanya itu mau diambilkan dari mana. Sebab, selama ini biaya operasional seperti pengadaan konsumsi makan dan minuman wali murid, photo bersama dan lainnya. Yang biasa kita meminta sumbangan sukarela dengan para wali murid,” jelasnya.
“Sementara itu, untuk sekarang ini pemerintah kita melarang keras jika sumbangan semacam itu diambil dari wali murid. Itu, dinilai pemeritah termasuk kedalam katagori pungutan liar (pungli),” ucapnya larangan tersebut sesuai dengan peraturan dari presiden baru berlaku tahun ini terkait sapu bersih (saber) pungli di sekolah-sekolah.

Selain itu, dampak lainnya akibat pemerintah menetapkan peraturan baru tersebut juga berimbas terhambat dalam pembangunan sebuah masjid milik sekolah yang biasa sering dimanfaatkan peruntukkannya tempat dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Nah, kini kita benar-benar dibuat bingung oleh pemerintah. Seperti masjid itu kemungkinan nanti pengerjaannya terancam tak bisa lagi dilanjutkan. Kan, selama ini biaya pembangunan didapatkan kita dari infaq sukarela siswa dan guru setiap jumat-nya juga,” terangnya wanita berjilbab itu.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H M Rasyid SAg mengungkapkan, tak menampik jika saat ini pemerintah melarangkan seluruh jenjang sekolah termasuk SD dan SMP untuk meminta sumbangan sukarela ke para wali murid menyangkut dalam penyelenggaraan biaya perpisahan siswa kelas 6 SD serta 9 SMP pada tahun ini.
“Kendati demikian, kita menyarankan agar masing-masing sekolah itu boleh meminta sumbangan sukarela ke wali murid atau siswa,” akunya Rasyid begitu ia disapa ketika dikonfirmasi terpisah, kemarin.
“Asalkan menyangkut administrasi lengkap dan jelas kegunaan uangnya. Artinya, antar kedua belah pihak yaitu pihak keluarga dan sekolah sama-sama sepakat atas masalah itu,” kata dia. (Mg 02)

News Feed