oleh

Sejak 2011 Belum Ada Titik Terang

LAHAT – Puluhan Security PT. Eka Jaya Multi Perkasa  yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit di Desa Singapura Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat, dan PT Aditarwan Group BPIP, mengadakan pertemuan di ruangan Asisten 1, Pemda Lahat. Kamis (3/1).

Hadir Kodim 0405, Polres Lahat, Kepala Kesbangpol, SatPol PP, Kepala Dinas dan jajaran lainnya. Pertemuan tersebut dilakukan guna menuntut diadakannya kelebihan premi maupun upah lembur kepada PT Eka Jaya Multi Perkasa dan PT Aditarwan Group BPIP disebabkan puluhan security yang berjumlah 57 orang tersebut bertugas melebihi jam kerja.

Pertemuan tersebut sendiri didampingi Fauzi Anwar yang merupakan Ketua dari DPC Serikat Buruh Seluruh Indonesia (GBSI) Lahat mengatakan hak sah para pekerja karena sudah diatur di dalam undang undang ketenagakerjaan yakni 8 jam kerja.

“Kita ingin pihak PT Eka Jaya Multi Perkasa dan PT Aditarwan Group BPIP, dapat memenuhi tuntutan para security, untuk menerima upah lembur,”terangnya kepada Pemda Lahat.

Dijelaskannya, pihak PT Eka Jaya telah memperkerjakan security 12 jam kerja setiap harinya dan itu sudah melebihi waktu normal 8 jam kerja.

“Ini sudah terjadi sejak tahun 2011 sampai sekarang. Kami bekerja selama 12 jam kerja yang diberlakukan pihak perusahaan berlaku dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Untuk itu kami minta kepada Pemda Lahat agar pihak perusahaan didatangkan untuk melakukan mediasi guna mencari titik terang permasalahan ini,”ungkapnya.

Sementara itu Bupati Lahat Cik Ujang SH melalui Asisten 1 Ramsi SIP mengatakan Pemkab sendiri akan menghimbau pihak perusahan untuk melakukan mediasi, terkait permasalahan ini.

“Ini nantinya akan kami imbau perusahaan untuk melakukan mediasi, guna membahas terkait permasalah ini,” tuturnya.

Adapun hasil rapat tersebut yakni, pada 17 Januari 2019 akan dilakukan kembali pertemuan antara pihak perusahan dan Pemda Lahat. (mg03)

News Feed